Bareskrim Polri Berhasil Tangkap 3 Pembobol E-Commerce Jaringan Internasional

 

Tribratanews.polri.go.id – Jakarta. Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap 3 pelaku penyebar malware jaringan internasional yang membobol situs e-commerce untuk mencuri data konsumen.

 

Kasubdit II Dittipidsiber Bareskrim Polri, Kombes Pol. Himawan Bayu Aji, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan malware yang digunakan para pelaku adalah JS Sniffer. JS Sniffer merupakan malware ‘penyusup’ yang dibuat untuk memantau seluruh informasi yang terdapat di situs target.

 

Melalui situs tersebut, pelaku bisa mendapatkan informasi perbankan milik pengunjung situs mulai dari nomor kartu kredit, nama lengkap pemilik kartu kredit, hingga username yang digunakan untuk login.

 

“Tersangka yang sudah kita lakukan penangkapan untuk bisa mendapatkan keuntungan dengan menginstruksi ataupun dia menyebarkan virus malware tersebut kepada e-commerce sehingga bisa didapatkan data-data yang berkaitan dengan pemilik kartu kredit atau pun website tersebut yang itu nanti akan digunakan untuk membeli barang-barang oleh tersangka,” terang Kasubdit II Dittipidsiber Bareskrim Polri, Jumat (24/01/2020).

 

Pelaku dengan inisial K (35), MA (23), dan AN (26) tersebut berhasil ditangkap pada 20 Desember 2019 di Jakarta dan Yogyakarta. Beberapa negara yang dirugikan akibat pembobolan e-commerce ini antara lain dari Inggris, Afrika Selatan, dan Amerika.

 

“Beberapa negara yang mengalami kerugian atas perbuatan tersangka antara lain di Inggris, Afrika Selatan, Hong Kong, Jerman, Amerika, Belanda yang ini terus dilakukan oleh tersangka. Kegiatan yang mereka lakukan ini tidak hanya di dalam negeri, tapi juga dilakukan di luar negeri secara internasional,” jelas Kasubdit II Dittipidsiber Bareskrim Polri.

 

Pengungkapan kasus ini juga atas kerja sama dengan berbagai pihak. Barang bukti yang diamankan sebagai berikut : laptop, handphone, dan router, bisa diamankan polisi. Pelaku juga disebutkan telah beraksi sejak 2017 dan meraup keuntungan hingga Rp 400 juta.

 

Para tersangka dikenai dengan beberapa pasal, yaitu Pasal 30 ayat (1), ayat (2), ayat (3) jo 46 ayat (1), ayat (2), ayat (3) dan/atau Pasal 31 ayat (2) jo Pasal 47 dan/atau Pasal 32 ayat (1) dan ayat (2) jo Pasal 48 ayat (1) dan ayat (2) dan/atau Pasal 36 jo Pasal 51 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau 363 KUHP. Ancaman hukuman pidana yang akan diterima ketiga tersangka mencapai 10 tahun penjara.

 

 

(rj/bq/hy)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password