Polisi Berhasil Bongkar Pratik Perdagangan Manusia di Penjaringan

Tribratanews.polri.go.id – Jakarta. Polisi berhasil membongkar praktik perdagangan manusia di Bar dan Karaoke Kayangan, di Kelurahan Rawa Bebek, Penjaringan, Jakarta Utara serta mengamankan enam orang pelaku dari penggeledahan di tempat hiburan tersebut.

 

“Pada tanggal 13 Januari daerah Penjaringan, Jakarta Utara di salah satu kafe, berhasil mengamankan 6 orang pelaku dan kita sudah lakukan penahan terhadap para pelaku,” terang Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, Selasa (21/01/2020).

 

Masing-masing pelaku dengan inisial R atau biasa dipanggil mami A, mami T, D alias F, TW, A, dan E. Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, masing-masing tersangka memiliki peran berbeda dalam mencari dan menjual para korban.

 

“Tersangka pertama mereka menyebutnya mami A itu berperan sebagai pemilik kafe yang dijadikan lokasi penjualan anak berusia di bawah umur,” jelas Kabid Humas.

 

Mami A juga berperan untuk memaksa anak-anak berusia di bawah umur untuk berhubungan badan dengan tamu kafe. Lalu tersangka kedua yakni mami T berperan sama yakni memaksa anak-anak berusia di bawah umur untuk berhubungan intim dengan pelaku.

 

“Tersangka lainnya itu berinisial D alias F dan TW yang berperan mencari anak-anak di bawah umur melalui media sosial. Keduanya lalu menjual anak-anak yang di dapat kepada kedua mami tersebut,” tambah Kabid Humas.

 

Selanjutnya Tersangka F dan TW menjual anak-anak di bawah umur itu seharga Rp 750 ribu hingga Rp 1,5 juta kepada tersangka yang dipanggil mami. Tersangka A dan E mereka merupakan anak buah dari mami. Sedangkan tersangka A dan E bekerja sebagai cleaning service di kafe tersebut.

 

Diketahui kafe yang sudah berdiri sejak dua tahun lalu ini memiliki omzet Rp 2 miliar setiap bulannya. Pada saat dilakukan penangkapan didapati 10 korban yang berusia sekitar 14-18 tahun.

 

“Umur rata-rata anak 14 sampai 18. Mereka menjaring anak-anak melalui media sosial dengan mengiming-imingi kerjaan dengan penghasilan yang besar,” tandas Kabid Humas.

 

Para tersangka dijerat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Juncto Pasal 296 KUHP dan Pasal 506 KUHP.

 

(rj/bq/hy)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password