Polda Malut Berhasil Tangkap Tiga Pelaku Utama Pembuatan SIM Palsu

 

Tribratanews.polri.go.id – Halmahera Timur. Ditreskrimum Polda Maluku Utara berhasil menangkap tiga pelaku utama pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) palsu.

 

Dirreskrimum Polda Malut, Kombes Pol. Dwi Hindarwana mengatakan, untuk penangkapan terhadap tiga pelaku yang melakukan tindak pidana pemalsuan surat atau pengguna surat palsu berupa SIM, berdasarkan laporan dari masyarakat Desa Talaga Jaya, Kecamatan Waisile Selatan, Kabupaten Halmahera Timur (Haltim).

 

Ketiga pelaku ditangkap pada Senin, (13/01/2020) sekitar pukul 16.00 WIT. Mereka masing-masing AB (31) warga Pohea Kota Sanana, IM (25) warga Desa Gorua Kota Tobelo dan CW (20) warga Kota Manado.

 

“Setelah berhasil ditangkap, ketiga pelaku langsung dibawa ke kantor Ditkrimum Polda Malut beserta barang bukti berupa SIM B II umum sebanyak 3 buah, handphone sebanyak 3 unit, leptop acer 1 unit, printer epson L 110 1 unit, mesin laminating 1 unit dan kertas id card sebanyak 1 pack,” jelas Dirreskrimum.

 

Berdasarkan hasil penyelidikan, ketiga tersangka mengaku telah beroperasi sejak tahun 2018, namun hingga sekarang setelah ditangkap baru dilakukan percetakan kurang lebih 60 buah SIM palsu yang sudah diedarkan di dalam area perusahan PT. IWIP bagi pegawai yang membawa kenderaan perusahaan.

 

“Mereka hanya beroperasi di sekitaran area perusahaan PT. IWIP,” terang Dirkrimum, Sabtu (18/01/2020).

 

Diketahui, jika ada yang ingin masuk PT. IWIP harus memiliki persyaratan SIM B II umum, dari situlah ketiga tersangka memanfaatkan peluang untuk membuat SIM palsu yang akan dijual ke karyawan baru yang ingin masuk ke perusahaan PT. IWIP.

 

“Pembuatan SIM palsu ini atas inisiatif tersangka CW, karena sebelumnya tersangka pernah bekerja di percetakan fotocopy, sehingga mempunyai niat untuk buat SIM palsu, sedangkan kedua tersangka AB dan IM merupakan sopir di perusahaan PT. IWIP, keduanya berperan sebagai calo, mencari karyawan PT. IWIP yang ingin membuat SIM atau mengedarkan SIM palsu tersebut,” papar Dirreskrimum.

 

Berdasarkan pengakuan ketiga tersangka, mereka hanya menjual di pegawai perusahaan PT. IWIP dengan harga Rp.300.000 per SIM. Namun dari Rp 300.000 ini yang membuat CW memberikan harga Rp 200.000 tapi AB dan IM jual kembali dengan harga Rp 300.000 ke target sasaran mereka yang sudah memesan membuat SIM.

 

Tersangka CW mengatakan, syarat untuk membuat SIM dirinya hanya minta ukuran tinggi badan, fotocopy KTP dan pas foto yang bersangkutan untuk dibautkan SIM melalui pesanan dari dua tersangka lainnya, setelah mendapatkan pesanan CW langsung melakukan pengeditan dan dicetak dengan mesin yang sudah disediakan.

 

Kasus ini terbongkar disaat anggota Satlantas Polres Haltim melakukan operasi tilang di lapangan dan langsung mengetahui aksi kejahatan tersebut. Pembuatan SIM palsu ini caranya mereka scan dan telah mencantumkan dua nama pimpinan dan tanda tangan perpangkat AKBP, yakni berdasarkan barang bukti yang sudah kami sita diantaranya tertulis di SIM yang sudah bertanda tangan AKBP Irvan Indarta dan AKBP Selamat Rianto.

 

“Perbuatan ketiga tersangka ini telah melanggar pasal 263 ayat (1) atau ayat (2). Dan saat ini anggota terus melakukan penyelidikan di lapangan, karena kemungkinan masih ada tersangka lain,” tutup Dirreskrimum.

 

(rj/bq/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password