Polda Kalsel Berhasil Gagalkan Peredaran Narkoba Jaringan Internasional Sebanyak 32 Kg

Tribratanews.polri.go.idBanjarmasin. Peredaran narkoba jaringan internasional Malaysia-Sumatera-Jawa Timur-Kalimantan, sebanyak 32,615 kilogram yang terdiri dari sabu dan ineks berhasil di gagalkan oleh jajaran Subdit 2 Direktorat Narkoba Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) di dua lokasi yang berbeda.

Dalam penggagalan tersebut polisi berhasil amankan tersangka berinisial NAZ, yang dibekuk dari sebuah gudang narkoba ini, di dua tempat yang berbeda. Pertama di Jalan Pembangunan II dimana terungkap adanya transaksi narkoba, dan dari hasil pengembangan, Kepolisian berhasil mengamankan sedikitnya 32,615 kilogram sabu dan ekstasi, dan sebuah rumah di Jalan Rawasari VII Blok D nomor 4 Kelurahan Teluk Dalam.

Jumlah sabu yang disita petugas sekitar 26 kilogram yang termuat dalam ratusan bungkus paketan sabu-sabu, kemudian sisasinya sekitar 6 kilogram berupa sabu berbentuk pil dan sisanya narkoba jenis ineks yang jumlahnya ratusan butir ineks warna hijau dengan logo Superman dan Tengkorak, hingga warga coklat logo banteng dll.

Kapolda Kalsel, Irjen. Pol. Drs. H. Yazid Fanani, M.Si., melalui Direktur Resnarkoba Polda Kalsel, Kombes Pol. Wisnu Widarto, mengatakan bahwa, tersangka NAZ ini telah aktif mengedarkan narkoba jenis sabu sejak tahun 2018. Saat itu, tersangka berhasil mengedarkan 212 kilogram narkoba selama satu tahun.

“Kemudian di tahun 2019 sebanyak 389 kilogram. Jadi kalau ditotal sebanyak 600 kilogram lebih, lebih setengah ton,” terang Dirresnarkoba Polda Kalsel.

dari hasil pengungkapan narkoba yang ditangani Dit Resnarkoba Polda Kalsel selama 2018 hingga 2019 hanya 10 persen. Tersangka sendiri merupakan penyimpan narkoba berskala besar, di mana masih ada atasan tersangka sebagai pengendali peredaran narkoba. Diduga, narkoba yang selama ini diedarkan melewati jalur laut, dengan rute Malaysia-Sumatera-Jawa Timur hingga ke Kalimantan.

“Dari gudang tinggal menunggu dan menerima perintah saja dan barang diambil oleh si A misalnya. Ada yang mengambil lagi, ada kurir yang datang dan diedarkan langsung,” jelas Dirresnarkoba Polda Kalsel.

Kombes Pol. Wisnu Widarto, mengatakan bahwa pihaknya sempat mencium keberadaan peredaran narkoba ini di akhir tahun 2018. Saat itu, Sat Resnarkoba Polresta Banjarmasin mengungkap peredaran narkoba pada Desember 2018 sebanyak 12 kilogram.

“Ternyata seminggu sebelumnya sudah mengantar barang, seminggu kemudian tangkap si kembar barangnya dari ini. Kemudian di tahun 2019 ditangkap lagi sebanyak 2,5 kilogram juga informasinya barangnya dari sini. Ini cukup licin,” jelas Dirresnarkoba Polda Kalsel.

Atas perbuatannya, pelaku akan dikenakan pasal 132 Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana 20 tahun, dan maksimal seumur hidup.

(fn/bq/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password