Terkait Banyak Munculnya “Kerajaan Baru”, Kepala BIN Telah Deteksi Sejak Lama

Tribratanews.polri.go.id – Jakarta. Telah kita ketahui bersama, terkait bermunculan kerajaan baru setelah Keraton Agung Sejagat di Purworejo Jawa Tengah mengemuka, Kepala BIN, Jenderal Polisi (Purn) Prof. Dr. Drs. Budi Gunawan, S.H., M.Si., Ph.D., menjelaskan bahwa pihaknya telah memantau lama soal kerajaan tersebut.

 

Pasca Keraton Agung Sejagat, sebut saja ada Kerajaan Djipang di Blora, dan Sunda Empire di Bandung. Terakhir, juga muncul keberadaan Kesultanan Selaco alias Selacau Tunggul Rahayu di Kecamatan Parung Ponteng, di Tasikmalaya, Jabar. Kesultanan ini didirikan oleh Rohidin (40), warga asal Parung Ponteng. Rohidin mengaku sebagai keturunan ke-9 dari Raja Padjadjaran Surawisesa, dengan gelar Sultan Patra Kusumah VIII.

 

“Kita sudah mendeteksi itu lama, mungkin baru muncul sekarang. Itu semuanya lama,” tegas Kepala BIN, Sabtu (18/1). Kepala BIN menuturkan, memang keraton-keraton ada yang tergabung dalam Kerajaan Nusantara. Tapi lain halnya jika ada unsur pidananya. “Lain hal kalau ada unsur pidana di dalamnya. Di antaranya sekarang yang dikembangkan masalah penipuan dan lain, itu yang ditelusuri,” ungkap Kepala BIN.

 

Seperti diketahui, Polda Jateng mengamankan Totok Santosa, Fanni Aminadia, keduanya mengklaim sebagai raja dan permaisuri Keraton Agung Sejagat. Pihak polisi menemukan unsur penipuan yang dilakukan kedua tersangka tersebut. Keduanya dijerat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana serta Pasal 378 KUHP tentang penipuan. Tersangka memiliki motif untuk menarik dana dari masyarakat dengan menggunakan tipu daya.

 

(fa/bq/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password