Polisi Berhasil Gagalkan 10.8 Kg Sabu Asal Myanmar yang Akan Diedarkan di Jatim

 

Tribratanews.polri.go.id – Surabaya. Polisi berhasil menggagalkan penyeludupan narkoba jenis sabu yang berasal dari Myanmar dan akan di edarkan di wilayah Jawa Timur. Dari hasil pengungkapan tersebut polisi berhasil mengamankan seorang kurir bernama Dio Anggriawan Soebandi (DAS) dan barang bukti sabu seberat 10.870 gram yang dikemas dalam bungkus teh China. Kurir tersebut bertugas mengambil barang dari hotel di kawasan Juanda untuk dibawa ke Terminal 2 Juanda.

“Anggota Ditresnarkoba, pada tanggal 2 Januari 2020 melakukan pembuntutan terhadap DAS. Saat di parkiran terminal 2 Juanda, pelaku pun berhasil ditangkap dan anggota menemukan sabu hampir 11 kilogram dalam tas ransel,” jelas Wadirnarkoba Polda Jatim, AKBP Nasriadi, Rabu (15/01/20).

Wadirnarkoba Polda Jatim menjelaskan bahwa awal pengungkapan kasus ini, Ditresnarkoba Polda Jatim mendapatkan informasi bahwa akan ada transaksi narkoba di Surabaya. Yakni, barang tersebut dikirim dari Myanmar menuju Serawak, Pontianak dan berakhir di Surabaya melalui jalur kapal laut.

“Jadi barang ini dibawa oleh pelaku estafet, dari Myanmar sampai Surabaya. Dari pengakuan tersangka barang ini rencananya akan dikirimkan ke Pulau Madura dan diedarkan di Surabaya,” terang Wadirnarkoba Polda Jatim.

AKBP Nasriadi,menerangkan jika pelaku ini cukup cerdik dalam mengemas sabu. Sebab, barang haram tersebut dibungkus dalam kemasan teh China warna hujau.

“Jadi kita temukan 10 bungkus plastik kemasan teh China warna hijau, saat kami temukan ternyata didalamnya adalah sabu dengan total berat 10,8 kg,” jelas AKBP Nasriadi.

Wadirnarkoba Polda Jatim menjelaskan bahwa pihaknya saat ini tengah mengejar satu tersangka lain dengan inisial Z. Hal ini berdasarkan pengakuan DAS, bahwa dirinya dikendalikan oleh Z untuk mengantar barang ke Terminal 2 Juanda, selanjutnya bertemu dengan pembeli.

“Jadi tersangka DAS ini dikendalikan oleh Z untuk mengambil mobil yang didalamnya berisi sabu. Lalu kemudian diserahkan kepada pembeli,” jelas Wadirnarkoba Polda Jatim.

“Kami akan terus kembangkan jaringan ini sampai ke bandarnya. Jadi kami tidak akan berhenti sampai si sini saja,” lanjut Wadirnarkoba Polda Jatim.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 112 ayat (2) dan atau pasal 114 ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkoba.

(fn/bq/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password