Wakapolda Sulsel Puji Kerja Cepat Polres Sidrap Atasi Konflik Antar Warga

tribratanews.polri.go.id – Makassar Sulsel – Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Sulawesi Selatan Brigjen Pol Gatot Eddy Pramono, mengapresiasi kerja cepat Polres Sidrap dalam meredam pertikaian warga dua desa di Kabupaten Sidrap pada Rabu (25/1/2017) pagi. Gatot menyebut, langkah cepat itu telah mencegah meluasnya konflik.

“Masalah seperti ini amat sensitif, kalau tidak diantisipasi dari awal bisa meluas. Kita berterima kasih kepada Polres Sidrap dan jajarannya yang sudah bekerja cepat,” ujar Gatot.

Menurutnya, konflik ini tidak boleh berhenti sampai pada tahap itu saja. Ia mengharapkan, tetap diambil langkah-langkah hukum terhadap mereka yang terlibat secara langsung.

“Lakukan penanganan dengan terarah. Selidiki akar permasalahan serta tindak tegas otak maupun pelaku konflik,” pinta Gatot.

Selanjutnya, aparat perlu melakukan deteksi dini dan memetakan daerah-daerah rawan konflik di Sidrap, agar bisa mencegah terulangnya hal serupa. Untuk daerah-daerah rawan menurut Gatot, harus dilakukan patroli rutin.

Ia juga mengingatkan pentingnya pendekatan persuasif kepabelum meluas. Aparat Polres Sidrap yang diturunkan langsung mengamankan sejumlah orang yang diduga turut memprovokasi massa.

Kapolres Sidrap AKBP M Anggi Naulifar Siregar mengatakan, keberhasilan ini merupakan bentuk kerja sama yang baik antar personel, sehingga dengan cepat mampu menangani permasalahan tersebut. Anggi mengatakan, pihaknya bisa menguasao keadaan di lokasi konflik tak lebih dari satu jam.

“Kami berhasil menghalau kedua belah pihak yang bertikai, kami juga telah mengamankan 4 orang terduga terlibat pertikaian dan menyita 8 unit kendaraan roda yang dipakai untuk melakukan aksi penyerangan,” ujar Anggi.

Anggi menyebutkan, saat ini situasi telah terkendali. Aparat yang ditempatkan di lokasi masih melakukan patroli guna mencegah adanya bentrok susulan.

Konflik antarwarga di Sulsel punya grafik yang cukup mencolok. Hampir semua daerah pernah mencatat adanya konflik-konflik horizontal yang berpotensi mengganggu stabilitas sosial di masyarakat.

Tak hanya di Sidrap, di Kabupaten Bone, juga termasuk daerah dengan catatan konflik antarwarga yang cukup tinggi. Dekade tahun 90-an, Kota Watampone terjadi konflik hingga belasan kasus per bulannya.

Fenomena ini baru sedikit menurun di era tahun 2000. Sementara itu, Makassar masih menempati rangking tertinggi konflik antarwarga. Ada beberapa wilayah rawan konflik di Makassar yang merupakan titik pertikaian turun temurun.

Daerah itu antara lain, Kandea, Barabaraya, Jalan Kelapa Tiga, Jalan Sukaria, Pampang, Karuwisi, Maccini, Jalan Dangko dan beberapa titik rawan lainnya. Hingga saat ini, daerah-daerah itu masih termasuk zona merah kekerasan.

Pakar komunikasi publik Aswar Hasan mengungkapkan, pertikaian antarwarga di Sulsel adalah tradisi yang terbawa sejak era 80-an. Ada banyak faktor yang membuat fenomena ini menjadi langgeng.

Salah satunya kata dia adalah keterbelakangan pendidikan dan kesenjangan ekonomi. Menurut Aswar, dua faktor ini melanggengkan kekerasan di masyarakat. Sementara faktor psikologinya adalah budaya siri yang disalahtafsirkan.

“Semakin banyak pengangguran, semakin banyak orang terbelakang pendidikannya di satu daerah, semakin besar potensi konflik di sana. Apalagi, kalau kondisi ekonomi terbelakang, maka kekerasan itu mudah terpicu,” paparnya.

Aswar menjelaskan, sementara makna siri yang kerap disalahtafsirkan, itu juga terjadi pada kelompok masyarakat yang terbelakang secara ekonomi dan pendidikan. Masih banyak, warga yang hidup di gang-gang sempat, di lorong-lorong kumuh yang tidak bisa keluar dari himpinan kemiskinan.

Mereka inilah yang paling dekat dengan tindakan-tindakan kekerasan itu. Karenanya butuh keterlibatan pemerintah setempat untuk mengangkat harkat mereka lewat program yang berbasis ekonomi dan pendidikan.

“Hanya dengan memperbaiki ekonomi dan pendidikan mereka, konflik itu bisa diredam. Nah, inilah tanggung jawab yang harus dipikul pemerintah,” kunci Aswar. (*)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password