Mewujudkan Perekonomian Papua Lebih Kuat, Seimbang dan Inklusif, Wakapolda Hadiri Pertemuan Tahunan Bank Indonesia

Tribratanews.polri.go.id. – Papua. Bertempat di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Wakapolda Papua, Brigjen Pol Drs. Yakobus Marjuki hadir dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Provinsi Papua Tahun 2019 dengan Thema “Sinergi, Transformasi, Inovasi Menuju Indonesia Maju” yang dipimpin oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Naek Tigor Sinaga, Kamis (05/12).

 

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kabinda Papua, Brigjen TNI Abd. Haris Napoleon, Asisten II Bidang Perekonomian dan Kesra Setda Provinsi Papua Dr. Drs Muhammad Musaad, M.Si, Staf Ahli Kodam XVII Cendrawasih Kolonel Kav. Edward Sitorus, Plh. Kejati Provinsi Papua Saiful Alam, SH, MH, Sekda Kota Jayapura Drs. Frans Pekey, M.Si, Sekretaris Umum PGGS Kota Jayapura Pdt. Jhon Baransano, S.Th, M.Si, Para OPD, Perwakilan Perbankan dan Unsur Pendukung Se-Provinsi Papua.

“Pertemuan Tahunan Bank Indonesia merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh Bank Indonesia untuk menyampaikan pemikiran Bank Indonesia tentang kondisi perekonomian terkini. Tema ini diangkat seiring dengan kondisi perekonomian yang penuh dinamika sehingga diperlukan penguatan koordinasi agar pertumbuhan ekonomi Indonesia dan khususnya Papua menjadi lebih kuat berkelanjutan seimbang dan inklusif,” jelas Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Naek Tigor Sinaga.

 

Kondisi perekonomian Global sepanjang tahun 2019 dinilai semakin tidak ramah dan rentan tejadi perang dagang yang meluas antara Amerika Serikat dengan Tiongkok dan sejumlah negara lain. Namun Stabilitas sistem keuangan di Papua masih relatif terjaga meskipun terjadi penurunan kinerja keuangan sektor korporasi dan rumah tangga pada triwulan III 2018 terjaga dengan baik dan menjadi penopang stabilitas keuangan daerah secara umum di Papua.

 

Gubernur Provinsi Papua yang disampaikan oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Kesra Setda Provinsi Papua DR. Drs Muhammad Musaad, M.Si., dalam kesempatannya mengatakan pembagian pendekatan pembangunan berdasarkan atau berbasis pada 5 (lima) wilayah adat diantaranya Anim Ha, Lapago, Mapago, Saireri dan Mampata, pembagian pembangunan dengan cara pendekatan ini  merupakan suatu penghargaan dan penghormatan dalam mengatasi dan menyelesaikan berbagai masalah yang ada di Papua.

 

“Fakta pembangunan di Papua yang harus menjadi perhatian kita semua diantaranya adalah adanya kesenjangan antara berbagai kawasan yang tadi saya sebutkan dan bahkan terjadi di antara Kabupaten,” ucapnya.

 

Apa yang sudah direncanakan baik kegiatan dan trobosan agar semakin ditingkatkan dan dilanjutkan, sehingga munculah yan namanya Ekonomi Green dan Blue dengan memperdayakan sumber daya hutan dan laut, kedepannya juga kita harus tetap menajaga inflasi terutama menjelang natal pada bulan ini serta diharapkan kepada seluruh pihak baik  Forkompinda, OPD dan seluruh instansi agar bersatu dan bersinergi untuk menaja situasi Papua tetap aman dan damai.

 

(fa/bq/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password