Operasi Kamtibmas, Polisi Jaring 10 Remaja Hisap Lem

tribratanews.polri.go.id Bone Sulsel – Keberadaannya yang legal, Lem Fox saat ini menjadi napza (Narkotik, Psikotropika, dan Zat Aditif) yang sangat mudah diperoleh. Hal ini yang menyebabkan penyalahgunaan pemakaian lem ini sangat cepat perkembangannya terutama di dunia anak jalanan.

Jika kita sering melihat anak-anak jalanan yang sedang memasukkan salah satu tangannya ke dalam baju, serta mendekatkannya ke hidung, berarti anak tersebut sedang menghirup lem Aica aibon.

Rabu (25/1/2017) malam, aparat gabungan Unit Reskrim dan Intelkam Polsek Tanete Riattang berhasil mengamankan 10 remaja yang sedang mabuk lem. Mereka dijaring di Taman Arung Palakka, Lapangan Merdeka, Kabupaten Bone. Dua diantaranya adalah perempuan.

“Mereka terjaring dalam operasi Kamtibmas yang dilakukan oleh jajaran Polres Bone,” ujar Kapolres Bone, AKBP Raspani.

Kesepuluh remaja yang terjaring, masing-masing Miftahul Heir (19), Ibnu Sufail (16), Muh Rini Rudiansya (16), A Dirgahadi Kusuma (21), Muh Ikra (16), A Erlangga (21), Ruslan (17), Adnan (16), Elly Sapitri (17), Nurul Asni Soleha. Mereka merupakan hasil tangkapan tim gabungan yang dipimpin Kapolsek Tanete Riattang, Kompol Syamsu Alam.

Dari tangan mereka polisi menyita tigakaleng lem fox dan dua gitar. Kesepuluh remaja tanggung tersebut selanjutnya dibawa ke Polsek Tanete Riattang untuk dilakukan pembinaan.

“Kami berikan arahan dan buatkan surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya,” tandas Raspani.

Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitas BNNP Sulsel, Sudarianto mengungkapkan efek yang ditimbulkan dari menghirup uap lem tersebut hampir sama dengan jenis narkoba lain. Menurut dia, dengan menghirup uap dari lem fox mampu menyebabkan halusinasi, sensasi melayang-layang, dan rasa tenang sesaat.

“Efeknya hanya bisa bertahan hingga 5 jam saja. Mereka yang “ngelem” juga tidak merasakan lapar karena ada penekanan sensor lapar di susunan saraf otak,” jelas Sudarianto.

Selain efek jangka pendek, menghirup uap lem juga bisa berdampak pada jangka panjang. Salah satu efek yang paling berbahaya adalah bunuh diri.

“Depresi dan halusinasi merupakan dampak serius dari uap solven. Dampak ini bisa membunuh seseorang jika orang itu kemudian tergerak untuk melakukan bunuh diri dalam kondisi kejiwaan yang sedang kacau,” tandasnya. (*)

IMG-20170126-WA0057

Admin Polri54898 Posts

tribratanews.polri.go.id "Portal Berita Resmi Polri : Obyektif - Dipercaya - Patisipatif"

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password