Polda Jatim Berhasil Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp 1,5 Milyar

Tribratanews.polri.go.id – Surabaya.

Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim berhasil menggagalkan Ilegal fishing berupa penyelundupan 10.278 benih lobster mutiara ke Ho Chi Minch City, Vietnam senilai Rp 1,5 milyar.

Dalam penangkapan tersebut, Polisi berhasil mengamankan tiga orang pelaku DPK alias WWN warga Desa Prigi Kabupaten Trenggalek, AHP alias AGT, dan NW alias WJL warga Desa Wonoasri Kabupaten Pacitan.

Dalam penjelasannya, Dirreskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Gidion Arif Setiyawan, S.I.K., SH., Mum., di dampingi Kabid Humas Polda Jatim Kombes. Pol. Frans Barung Mangera, S.I.K. mengatakan bahwa dalam aksinya mereka biasanya melakukan illegal fishing di perairan timur seperti Pacitan, Trenggalek, Probolinggo, Tulungagung dan sekitarnya. Para tersangka menampung benih lobster dalam kolam penangkaran. Kemudian benih dikemas khusus untuk proses pengiriman dengan tujuan wilayah Jawa Barat sebelum dibawa ke luar negeri. Dari hasil tangkapan dari perairan Indonesia ini, akan transit ke Singapura untuk selanjutnya dijual ke Ho Chi Minh City, Vietnam.

“Dari penangkapan tersebut, petugas mengetahui aktifitas penjualan baby lobster dari Tulungagung ke Jabar, petugas selanjutnya menangkap dua orang pelaku di Jalan Tol Madiun – Ngawi KM 579 dengan barang bukti dua buah paket berisi benih lobster dengan berbagai jenis diantaranya lobster jenis pasir (7.300 ekor) dan lobster jenis mutiara (2.978 ekor) yang nilainya mencapai sekitar Rp 1,5 milyar,” tambah Dirreskrimum Polda Jatim.

“Selanjutnya, tim melakukan penyelidikan lanjutan pada pemilik barang yang beralamat di Prigi, Trenggalek dan berhasil menggeledah gudang berisi kolam penangkaran di wilayah Tulungagung pada 30 November 2019 lalu. Setelah dilakukan penggeledahan, petugas mengamankan barang bukti berupa bibit lobster, handphone, tabung nitrogen, sejumlah peralatan jala, perangkat kolam penangkaran, perangkat pengemasan, uang tunai senilai Rp 1.000.000, pompa air, buku tabungan dan satu unit mobil Daihatsu Xenia,” tegas Dirreskrimum Polda Jatim saat memberikan penjelasan di Mapolda Jatim, Senin(02/12/19).

Akibat perbuatannya, kini para tersangka tersebut dijerat sanksi tindak pidana perikanan Pasal 86 ayat (1) Jo Pasal 12 ayat (1) atau Pasal 92 Jo Pasal 26 ayat (1) atau Pasal 100 Jo Pasal 7 ayat (2) huruf m Undang – undang Republik Indonesia Nomor 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 2004 Tentang Perikanan Jo Pasal 55 KUHP.

(sm/bq/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password