Polda Jatim Berhasil Tangkap Penipu Dengan Modus Penggadaan Uang

Tribratanews.polri.go.id – Surabaya. Kepolisian Daerah Jawa Timur berhasil menangkap empat pelaku penipuan dengan modus penggandaan uang.

 

Keempat pelaku diantaranya, Rudy Rahmat Nenggolan warga Sibolga-Sumatra Utara, Andriono warga Ambon, Ahmad Firman dan Hadri atau Toni dari Jember mengaku bisa menggandakan uang hingga 10 kali lipat.

 

Direskrimun Polda Jatim, Kombes Pol. Pitra Ratulangi, mengatakan, yang menjadi target para tersangka adalah orang-orang yang terlilit utang dan orang-orang yang sedang kesulitan. Kemudian modusnya adalah ketika nantik para korban sudah memberikan uang, uang tersebut di simpan oleh salah satu tersangka. Ketika uang sudah diberikan dan disimpan dalam tas, isinya ditukar dengan keramik dan barang – barang lain. Seolah-olah para tersangka bisa merubah uang tersebut menjadi keramik.

 

Bahkan, mereka juga memutarkan video kepada korban. Video tersebut berisi kesaktian para pelaku saat menggandakan uang. Namun, video tersebut ternyata hasil editan atau rekayasa. Keempat tersangka memiliki peran yang berbeda. Ada yang mengaku menjadi kiai, yang memiliki kemampuan sakti menggandakan uang.

 

Kemudian Ahmad berperan untuk membagikan uang korban kepada sesama tersangka. Terakhir Hadri alias Toni yang bertugas menjadi sopir untuk menjemput korban. Toni juga memiliki tugas mengambil uang tunai di bank dan membeli koper. Pitra mengimbau masyarakat untuk tak mudah percaya modus penggandaan uang seperti ini. Menurut Pitra, penggandaan uang merupakan hal yang tidak masuk akal.

 

“Kita mengimbau kepada masyarakat agar berpikir logis. Yang sekarang ini tidak ada orang yang bisa menggandakan uang. Kita bisa banyak uang apabila kita bekerja. Jadi jangan lagi ada yang tertipu atau percaya dengan orang-orang yang punya kemampuan menggandakan uang. Karena itu hanya Tuhan yang bisa. Kalau manusia tidak akan bisa jadi jangan percaya. Yang seperti ini biarlah ini menjadi pelajaran bagi kita semua,” pungkas Direskrimun Polda Jatim.

 

Dalam kasus tersebut, keempat pelaku disangkakan melanggar Pasal 378 KUHP junto 55 KUHP dan Pasal 372 junto 55 KUHP dengan ancaman pidana selama empat tahun penjara. Polisi juga mengamankan beberapa barang bukti dari tangan mereka. Seperti uang tunai Rp 82.941.000, delapan handphone, kartu ATM, KTP dan minyak gaharu. Lalu beberapa pusaka hingga tas dan koper yang digunakan untuk menggandakan uang.

 

(fb/bq/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password