Polda Kalbar : Tahun 2020, Permasalahan Karhutla Jadi Pekerjaan Rumah

Tribratanews.polri.go.id. – Pontianak. Meski penanganan karhutla tahun 2019 yang dilakukan sudah jauh lebih baik dari tahun 2018, Polda Kalbar sebut pada tahun 2020 permasalahan Karhutla menjadi “Pekerjaan Rumah.” Karena jumlah titikpanas dan lahan yang terbanyak pada tahun 2019 cukup banyak.

 

“Sehingga, (hal itu) menjadi pekerjaan rumah di tahun 2020 mendatang,” jelas Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol. Donny Charles Go di Pontianak, Kamis (28/11).

 

Kabid Humas Polda Kalbar menyebutkan, penangan Karhutla di Kalbar lebih efektif dengan dikeluarkannya Pergub, sehingga lebih bisa maksimal. “Ke depan kita harus bicara pencegahan Karhutla bukan saat terjadi kebakaran saja, melainkan di musim hujan juga harus sudah berupaya dalam mencegahnya,” ungkap Kabid Humas Polda Kalbar.

 

Polda Kalbar mencatat sudah menangani sebanyak 100 perkara pada 2019. Sebanyak 68 kasus jadi laporan polisi, dari jumlah itu sebanyak 77 orang ditetapkan sebagai tersangka.

 

Sebelumnya, Wagub Kalbar, Ria Norsan mengatakan berdasarkan perhitungan satelit landsat oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, luas lahan terbakar di Provinsi Kalbar sampai dengan 31 Oktober 2019 mencapai 127.462 hektare. Sebagai bahan informasi, katanya, berdasarkan pantauan Satelit LAPAN di Provinsi Kalbar sampai 31 Oktober 2019 terpantau 25.858 hotspot.

 

Adapun empat Kabupaten dengan jumlah titik panas terbanyak berturut-turut yaitu Kabupaten Ketapang (11.840 titik), Kabupaten Sintang (2.624 titik), Kabupaten Sanggau (2.237 titik) dan Kabupaten Kubu Raya (1.724 titik). Apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, kata Ria Norsan yang ditunjuk sebagai Dansatgas Karhutla Kalbar, terjadi peningkatan hotspot dan luas luas lahan terbakar, hal tersebut dipicu kondisi kemarau panjang yang melanda lndonesia.

 

Wagub Kalbar mengatakan, pemerintah, baik pusat maupun daerah telah bekerja keras untuk mengurangi atau mengendalikan kebakaran hutan dan lahan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan membentuk Satgas Gabungan Kathutla berjumlah 1512 personel yang terdiri dari 1.000 orang personil TNI, 205 orang personel Polri, 102 orang anggota BPBD dan 205 orang anggota masyarakat dan ditempatkan di 100 desa/kelurahan rawan kebakaran hutan dan lahan.

 

(fa/bq/hy)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password