Polda Metro Jaya Ungkap Kasus Penipuan Rumah Syariah Senilai Rp 23 Miliar

Tribratanews.polri.go.id Jakarta. Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus mafia tanah, dengan modus pembangunan perumahan syariah. Sindikat ini telah melakukan aksinya sejak tahun 2015.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Gatot Eddy Pramono menjelaskan para tersangka menawarkan contoh rumah kepada calon korbannya. Hal tersebut dilakukan agar para korban percaya dengan kredibilitas pengembang tersebut.

“Mereka menunjukkan lokasi lokasinya, kemudian melakukan ground breaking, makan juga. Mereka membuat rumah-rumah contoh, untuk meyakinkan daripada korbannya,” terang Irjen Pol. Gatot Eddy Pramono di Mapolda Metro Jaya, Kamis (28/11/19).

Jenderal bintang dua tersebut menuturkan, para korban tertarik dengan sistem perumahan syariah yang ditawarkan para pelaku. Pelaku menawarkan kredit tanpa riba dan tidak ada checking bank kepada calon kreditur rumah.

“Inilah yang bikin menarik, sehingga masyarakat datang ke sana dan tertarik untuk mengambil perumahan-perumahan tersebut. Tapi faktanya sampai dengan sekarang rumah tersebut ada yang dibangun, bahkan mereka lari,” jelas lulusan Akabri 1988.

Kapolda Metro Jaya mengatakan Sampai dengan saat ini, korban penipuan tercatat mencapai 270 orang. Sedangkan uang yang berhasil diraup para pelaku mencapai Rp 23 miliar.

Irjen Pol. Gatot Eddy Pramono menjelaskan, sampai saat ini pihaknya telah mengamankan empat tersangka terkait kasus tersebut. Salah satu tersangka berperan sebagai pendiri pengembang berinisial AD dan tiga orang marketing.

“Mereka tahu itu belum dibebaskan dan lain sebagainya. Sehingga kita menerapkan kepada mereka terkait dengan tindak pidana penipuan, penggelapan, Undang-undang Perumahan dan juga TPPU,” tutup Kapolda Metro Jaya.

(ym/bq/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password