Dalami Kasus Penyiraman Cairan Kimia di Jakarta Barat, Ditreskrimum Polda Metro Jaya akan Gelar Rekonstruksi

Tribratanews.polri.go.id- Jakarta. Kepolisian Daerah Metro Jaya akan melakukan rekonstruksi kasus penyiraman cairan kimia yang terjadi di Jakarta Barat. Rekonstruksi akan di lakukan di sejumlah lokasi yang menjadi tempat kejadian perkara.

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Jerry Siagian mengatakan, rekonstruksi dilakukan dengan menghadirkan tersangka Findra Yunico (29) alias FY, yang dibekuk polisi di Jalan Mawar, Srengseng, Jumat (15/11/2019) malam lalu.

Seperti diketahui tim gabungan Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Barat, telah membekuk pelaku penyiraman cairan kimia di Jakarta Barat.
Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono mengatakan, motif pelaku beraksi yakni karena merasa tak diperhatikan keluarga saat sakit hingga mendengar bisikan gaib, barulah motif sementara.

Polda Metro Jaya masih mendalami kemungkinan motif lain atau motif sebenarnya dari pelaku.
Gatot menjelaskan, aksi pelaku penyiraman cairan kima berupa larutan soda api, sudah beraksi empat kali, dan semuanya dilakukan di Jakarta Barat.

Dari semua aksinya kata Gatot, FY memilih korbannya adalah perempuan, secara acak.
“Kenapa korbannya harus perempuan. Karena ia merasa waktu sakit akibat terjatuh pada 2015 lalu dan luka di kepala, kakaknya perempuan dianggap olehnya tidak memperhatikan dia. Sehingga dia memilih korbannya adalah perempuan, dan secara acak,” kata Jenderal Bintang Dua.

Gatot mengatakan, dari hasil pengembangan pemeriksaan ke pelaku, terungkap bahwa pelaku sudah empat kali beraksi. Ini artinya ada satu aksi yang tidak dilaporkan ke polisi.
Aksi FY yang tidak dilaporkan ke polisi itu adalah pada 3 November 2019 lalu.

“Jadi ada empat kali sebenarnya tersangka melakukan penyiraman. Tapi karena soda api dan air, campurannya terlalu sedikit pada penyiraman 3 November itu, tidak ada berdampak pada korban dan tidak ada yang melapor ke Polsek Kebon Jeruk atau Polres Jakarta Barat,” kata Kapolda Metro Jaya

Sementara Kabid Kimbiofor Puslabfor Polri Kombes Andi Firdaus mengatakan dari pemeriksaan cairan kimia di tiga lokasi di mana pelaku beraksi, dipastikan bahwa cairan itu adalah soda api.
“Dari TKP satu, dua dan tiga, bahannya identik yaitu soda api. Nama kimianya natrium hidroksida,” kata Kombes Andi Firdaus, Sabtu (16/11/2019).

“Ini, termasuk bahan berbahaya dan dapat menyebabkan iritasi ke kulit apabila disiramkan tersangka ke korban. Tapi tidak sampai membuat melepuh kulit, sebagaimana bahan dengan konsentrat kimia tinggi lainnya,” tutup Kombes Andi Firdaus

(bb/bq/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password