Ditreskrimsus Polda Kalteng Gelar Press Release Atas Keberhasilannya Tangkap 8 Truk Muatan Kayu Ilegal

Tribratanews.polri.go.id – Palangkaraya. Ditreskrimsus Polda Kalimantan Tengah menggelar Press Release atas keberhasilan Tim Operasi Wanalaga Telabang 2019 dalam mengamankan 8 truk bermuatan kayu ilegal di Jembatan Kahayan, Kota Palangkaraya.

Dalam penjelsannya, Kasubdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Kalteng, AKBP Manang Soebeti mengatakan bahwa kami berhasil menangkap delapan sopir truk yang bermuatan kayu olahan jenis meranti yang berasal dari masyarakat dan hutan di daerah Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara. Dari penangkapan ini, kami berhasil mengamankan delapan pelaku ilegal logging tersebut diantaranya berinisial EP, De, RDP, Ju, Fa, AT, DS, dan Al serta pemilik kayu tersebut yang berinisial NU. Dari hasil pengakuannya rencananya semua kayu yang berjumlah sekitar 80 kubik ini akan dibawa ke Banjarmasin.

“Keberhasilan penangkapan ini bermula dari laporan masyarakat yang mengatakan akan ada kayu dengan dokumen palsu yang hendak dibawa dari Muara Teweh ke Banjarmasin. Selanjutnya tim langsung bergerak dan mengamankan 8 sopir. Setelah dilakukan pengembangan baru ditemukan pemilik kayu dan juga pegawai salah satu instansi pemerintahan yang berinisial GA sebagai pembuat dokumen palsu. Modus operandi dalam tindak pidana ilegal logging yang dilakukan oleh para pelaku tersebut adalah mengangkut, menguasai, serta memiliki hasil hutan kayu yang tidak dilengkapi dengan Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan (SKSHH),” tambah Kasubdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Kalteng.

“Hingga saat ini barang bukti 8 truk kayu yang berjumlah 80 kubik tersebut sudah diamankan di Mapolda Kalteng bersama dua tersangka yakni NU sebagai pemilik kayu dan GA sebagai pembuat dokumen palsu,” tegas Kasubdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Kalteng saat memimpin Konferensi Pers di halaman Mapolda Kalteng, Kamis (21/11/19).

Akibat Perbuatannya, kini para pelaku tersebut dijerat dengan UU nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusahaan hutan pasal 83 ayat (1) huruf b jo pasal 12 huruf a dan pasal 88 ayat (1) huruf b jo pasal 16 dengan ancaman pidana penjara maksimal lima tahun dan denda paling banyak Rp. 2,5 Miliar.

(sm/bq/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password