Polisi Berhasil Ungkap Penyeludupan Manusia Antar Negara

Tribratanews.polri.go.id – Pekanbaru. Tim gabungan dari Kepolisian Perairan (Polair) Mabes Polri, dan Direktorat Polisi Air dan Udara (Dit Polairud) Kepolisian Daerah (Polda) Riau berhasil mengungkap sindikat penyeludupan manusia antar negara. Pengungkapan tersebut dilakukan di perairan daerah Tanjung Medang, Kabupaten Bengkalis.

Direktur Polairud Polda Riau, Kombes Pol. Badarudin, didampingi wakilnya AKBP Suprapto serta Kasubdit Gakkum AKBP Wawan, dalam konferensi persnya, menjelaskan bahwa penyelundupan manusia jaringan Internasional tersebut berhasil digagalkan saat tim patroli mencurigai adanya kapal cepat yang menyusup masuk ke wilayah perairan Riau pada dini hari. Pengejaran pun dilakukan, Kapal cepat yang dinakhodai oleh pria berinisial MS berhasil dicegat, Kamis (21/11/19).

“Speed boat dinahkhodai oleh MS,penumpang yang kita temukan ada 18 orang, dalam pemeriksaan dan ternyata orang Indonesia yang berasal dari bebagai daerah diantaranya dari Sumut, Jabar, Jambi serta NTB,” jelas Dirpolairud Polda Riau.

Dugaan sementara, Sindikat penyelundupan jaringan Internasional ini masuk dan keluar dari wilayah Indonesia dengan tujuan ke Malaysia secara tidak resmi (ilegal). Bahkan paspor yang dimiliki merupakan izin wisata. Sementara MS, ditenggarai sebagai tekong atau orang yang membawa para korban melintasi perbatasan dua negara, melalui jalur perairan.

“Kepada penyidik MS adalah warga Bengkalis. Dia juga mengaku bahwa aksinya tersebut baru sekali ini dilakukan. Kita sudah proses dan hari ini kita akan lakukan pelimpahan tersangka dan barang bukti ke kejaksaan,” jelas Kombes Pol. Badarudin.

Lebih jauh MS ini diduga dikendalikan oleh sindikat internasional. Selain tersangka, pihak penegak hukum juga turut mengamankan seorang lainnya berinisial Ar, yang diduga berperan sebagai bos atau pengendali dalam bisnis haram tersebut.

“Untuk Ar sudah diamankan oleh pihak kepolisian Malaysia, dan ini merupakan bentuk koordinasi kita kepada pihak Kepolisian Malaysia. Sementara satu lagi tersangka berinisial AS kita tetapkan sebagai DPO (Daftar Pencarian Orang). Dugaan sindikat internasional ini sedang kita dalami dengan berkoordinasi dengan PDRM,” terang Dirpolairud Polda Riau.

Atas perbuatannya, pelaku tersebut dijerat dengan Pasal 120 ayat 1, undang-undang nomor 6 tahun 2011 tentang imigrasi, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun.

(fn/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password