Dihadapan Komisi III DPR RI, Kapolri Tegaskan akan Copot Kapolda dan Kapolres yang Terbukti Minta Jatah Proyek

Tribratanews.polri – Komisi III DPR menggelar rapat pertama dengan Kapolri Jenderal Drs. Idham Azis, M.Si., dan para Kapolda se-Indonesia di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/11/19).

Rapat tersebut diawali dengan perkenalan antara Komisi III dan Kapolri. Rapat kerja itu dipimpin oleh Ketua Komisi III Herman Hery dan didampingi oleh Wakil Ketua Komisi III lainnya yaitu Desmond J. Mahesa, Mulfachri Harahap dan Ahmad Syahroni.

Sementara itu, Kapolri Jenderal PoI. Drs. Idham Azis, M.Si., didampingi oleh Wakapolri Komjen Pol. Drs Ari Dono Sukmanto, S.H., Kabaharkam Irjen Pol. Drs. Firli Bahuri, M.Si., Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Mohammad Iqbal, S.I.K., M.H., dan seluruh Kapolda se-Indonesia.

Dalam paparannya, Kapolri memaparkan terkait terorisme, pascabom bunuh diri di Mapolres Medan, pihaknya berhasil mengamankan 74 orang terduga jaringan teroris di 10 wilayah.

“Yaitu Sumatera Utara 30 orang, Jabar 11 orang, Jateng 11 orang, Pekanbaru 5 orang, Banten 5 orang, Kaltim 4 orang, DKI Jakarta 3 orang, Aceh 2 orang, Jatim 2 orang, Sulsel 1 orang,” tutur mantan Kapolda Metro Jaya itu dalam rapat kerja bersama Komisi III di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/11/19).

Jenderal bintang empat itu menegaskan bahwa para pelaku terduga teroris itu merupakan kelompok dari bagian Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang berafisliasi pada ISIS.

Kapolri kemudian mengungkap alasannya memutasi Kapolres Kampar AKBP Asep Darmawan.

Kapolri menjelaskan, AKBP Asep memiliki masalah yaitu, terlambat datang ke acara apel kepala satuan wilayah (kasatwil) dan masalah etika.

“Di situ juga terselip masalah etika, sebagai kapolres, sebagai kasatwil dia adalah teladan dan harus ditindak. Bagi saya, satu keteladanan lebih baik daripada 1.000 nasihat,” jelas Jenderal Pol. Idham Azis dalam rapat kerja di ruangan Komisi III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/11/19).

Diketahui sebelumnya, Kapolri memutasi AKBP Asep karena mengobrol ketika Kapolri itu memberikan kata sambutan dalam acara apel.

Mantan Kapolda Sulteng itu juga berharap, kejadian itu dapat memberi pelajaran kepada Kapolres lainnya agar memberikan contoh yang baik pada anggota polisi lainnya.

Di hadapan seluruh anggota Komisi III, Jenderal Pol. Idham Azis juga menyampaikan komitmennya, bahwa Kapolri tidak segan-segan mencopot Kapolda dan Kapolres jika terbukti meminta jatah proyek ke pemerintah daerah setempat.

Hal ini disampaikan Jenderal Pol. Idham Azis, menyusul imbauan dari anggota Komisi III dari Fraksi PDI-P Trimedya Panjaitan agar kapolda dan kapolres tak menyusahkan kepala daerah dengan meminta jatah proyek.

Lebih lanjut, Jenderal Pol. Idham Azis mengaku, sudah memperingatkan agar Kapolda dan Kapolres untuk tidak mengganggu pekerjaan pemerintah daerah.

“Ini memang bukan rahasia umum, saya pernah dinas di luar wilayah ya harus kita tindak, obatnya cuma satu, kita tindak. Saya kira kita mencopot 10 atau 15 kapolres itu tidak goyang organisasi,” tegas Jenderal Pol. Idham Azis di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/11/19).

(ng/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password