Polres Lombok Tengah Ringkus Pelaku Pencurian Mobil Grab Praya

Tribratanews.polri.go.id, Lombok Tengah – Tim Resmob Polres Lombok Tengah, Rabu (20/11) pukul 12.00 wita berhasil menangkap seorang pelaku pencurian mobil Sopir Grab yang terjadi di jalan Bypass Bandara Lombok Internasional Airport Lombok Tengah. Pelaku yakni inisial ST (34) warga Sekotong Kabupaten Lombok Barat. Sedangkan korban bernama Hendri Hermawan (27) warga Desa Suranadi, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat.

Kepala Satreskrim Polres Lombok Tengah, AKP Rafles P Girsang yang dikonfirmasi membenarkan adanya penangkapan pelaku pencurian mobil sopir grab tersebut.

“Pelaku dan barang bukti sudah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar AKP Rafles P Girsang di kantornya, Rabu (20/11).

Dijelaskan, pelaku ditangkap berdasarkan laporan bahwa terjadinya pencurian mobil di depan Mini Martket depan Bandara LIA. Kemudian Tim melakukan pengejaran ke arah jalur yang dilewati oleh pelaku ke arah Sekotong Lombok Barat melalui jalan Desa Motong Sapah wilayah Lombok Tengah. Pelaku tidak mengetahui kalau dirinya di kejar oleh anggota Polres Lombok Tengah dan pelaku sempat berhenti di pinggir jalan di wilayah Motong Sapah untuk menawarkan mobil curian tersebut.

“Anggota menangkap pelaku dan barang bukti mobil saat akan menawarkan mobil tersebut untuk dijual. Sehingga pelaku dibawa ke Polres Lombok Tengah untuk di lakukan pemeriksaan lebih lanjut tanpa perlawanan,” jelasnya.

Dikatakan, bahwa kejadian pencurian ini berawal pada hari selasa (19/11) pukul 08.00 wita, dimana saat korban yang bekerja sebagai sopir grab itu mendapatkan orderan dengan tujuan dari Pelangi Hausd ke Taman Narmanda. Kemudian pelaku meminta korban untuk menunggu temannya, namun temanya tidak datang. Sehingga pelaku meminta korban mengantarnya ke tempat semula.

“Selang beberapa saat kemudian pelaku kembali menelpon korban untuk diantar ke rumah orang tuanya di Desa Pengembur, Kecamatan Pujut,” ujarnya.

Lanjut Rafles, pada pukul 18.00 wita, Korban kembali ditelepon oleh pelaku untuk dijemput kembali di rumah orang tuanya dan korban menunggu di depan Tempat Kejadian Perkara (TKP) bersama pelaku, karena ada tamu dari Belanda yang akan di jemput di Bandara. Korban dan pelaku mengobrol di tempat tersebut, pelaku meminta untuk cas handpone miliknya di dalam mobil korban dan memberikan kunci mobil untuk cas handphone.

“Selang beberapa saat kemudian pelaku meminta izin meminjam mobil pelapor untuk mengambil uang di ATM SPBU depan Bandara Lombok yang berjarak 100 Meter dan korban diminta untuk menunggu di TKP. Setelah itu korban menelpon pelaku namun tidak ada jawaban, sehingga korban langsung melaporkan kejadian tersebut,” pungkasnya. (la/bq/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password