Ungkap Aliran Dana Kasus Penggelapan Senilai Rp58,9 Miliar, Polda Maluku Gandeng PPATK

Tribratanews.polri.go.id. – Ambon. Guna mengusut aliran dana dalam kasus penggelapan dana nasabah BNI Cabang Ambon senilai Rp58,9 Miliar, Polda Maluku gandeng Pusat Pelaporan dan Analisas Transaksi (PPATK).

 

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Muhamad Roem Ohoirat mengatakan, Polda Maluku ikut menggandeng PPATK karena kasus penggelapan dana BNI Cabang Ambon tidak hanya menjadi perhatian publik, tetapi juga pimpinan di Kepolisian. “Yang jelasnya tindak pidana perbankan apalagi ini yang berkaitan dengan aliran dana, sudah pasti kita akan kerja sama dengan PPATK,” jelas Kabid Humas Polda Maluku, Selasa (19/11/2019).

Kabid Humas Polda Maluku menjelaskan, kerja sama dengan PPATK itu penting untuk mengungkap ke mana saja aliran dana kasus penggelapan dana nasabah di bank milik pemerintah tersebut. Terkait sejumlah aset milik tersangka utama Faradiba Yusuf yang telah disita polisi dalam kasus tersebut, sejauh ini sejumlah aset berupa empat buah mobil mewah telah disita Polisi. Namun soal barang bukti dan aset lainnya masih menjadi kewenangan penyidik.

 

Dalam kasus tersebut, sudah enam orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka, yakni Faradiba Yusuf, Soraya Pellu, dan empat kepala cabang pembantu yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

 

(fa/bq/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password