Polda Riau Tangkap Lima Tersangka Sindikat Pencurian Minyak Mentah Milik PT Chevron

Tribratanews.polri.go.idPekanbaru. Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau yang tergabung dalam Tim Satgas Zapin, menangkap lima orang sindikat pencurian minyak mentah dengan cara melubangi pipa penyaluran di berbagai tempat di kawasan milik PT Chevron Pacific Indonesia wilayah Provinsi Riau.

Tim Satgas Zapin mengamankan sejumlah peralatan untuk melakukan pencurian minyak antara lain, pipa-pipa, mesin penyedot minyak dan dua mobil tangki yang sedang membawa minyak hasil pencurian sebanyak 12.000 liter setiap masing-masing mobil tangki yang diamankan.

“Sementara ini pelaku yang berhasil diamankan berjumlah lima orang berinisial DP, JH, AM, BM dan HU. Kelima pelaku ini memiliki peran yang berbeda, ada yang bertugas sebagai pencari lokasi pencurian dan koordintor lapangan. Ada yang berperan sebagai penyuruh melakukan pencurian dan ada juga yang berperan sebagai pemberi dana serta alat-alat penunjang untuk melakukan pengeboran dan pembeli minyak,” jelas Kapolda Riau Irjen Pol. Agung Setya Imam Effendi saat konferensi pers di halaman Mapolda Riau, Minggu, (17/11/19).

Kapolda Riau mengatakan masing-masing tersangka ditangkap dalam rentang waktu yang berbeda, yakni DP ditangkap pada 27 Oktober 2019, JH ditangkap pada tanggal 31 Oktober 2019 dan tersangkap AM ditangkap pada tanggal 12 November 2019. Sedangkan tersangka BS ditangkap di Balam Kabupaten Rokan Hilir dalam perkara lain dan HU diitangkap di Jalan Balam Kabupaten Rokan Hilir dalam perkara lain.

Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi memberikan apresiasi kepada Tim Satgas Zapin yang telah berhasil untuk pertama kalinya mengungkap perkara tindak pidana pencurian minyak mentah di wilayah milik PT. Chevron Pasific Indonesia, di Jalan Lintas Kota Garo -Gelombang PKM 21300, Desa Kota Garo, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar, dengan melakukan penangkapan terhadap lima orang tersangka.

Jenderal bintang dua tersebut menuturkan kerugian yang dialami oleh pihak PT. Chvevron Pasific Indonesia akibat terjadinya tindak pidana pencurian minyak mentah di wilayah hukum Polda Riau selama 1 (satu) tahun ini, mencapai US$762.000 dan untuk biaya perbaikan terhadap selang atau pipa yang telah dijebol dan dirusak oleh pelaku kejahatan senilai US$1.000.000.

“Barang bukti ada belasan pipa besi, kemudian selang dan dua unit mobil tanki,” terang mantan Deputi Bidang Intelijen Siber BIN.

Kelima Tersangka dijerat dengan Pasal 363 Jo Pasal 55 dan 56 Jo Pasal 480 KUHPidana, dengan ancaman 7 tahun penjara.

(ym/bq/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password