Wakapolda Sumut : Minta Masyarakat Jangan Sebar Foto dan Video Kejadian Terkait Ledakan di Polresta Medan

Tribratanews.polri.go.id-Medan. Pasca kejadian ledakan di Mapolresta  Medan, Sumatera Utara, Rabu (13/11) pagi. Ledakan itu sendiri diduga kuat berasal dari bom bunuh diri. Seketika kabar ini pun langsung ramai di media sosial  sehingga banyak tanggapan dari warganet.

Namun, Wakapolda Sumut, Brigjen. Pol. Mardiaz Kusin Dwihananto, S.I.K., M.Hum mengimbau kepada masyarakat untuk tidak ikut-ikutan  menyebar foto atau gambar yang diduga merupakan jasad pelakunya.

Terlihat dari pantau di media sosial, bahwa ada yang menyebarkan rekaman kejadian tersebut dengan gambar yang tidak sepantasnya atau mungkin ada yang menyebarkannya dengan mengirim ke orang lain. Padahal, hal itu berpotensi melanggar hukum.

Seperti yang pernah disampaikan, Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu bahwa Kominfo mendorong agar masyarakat memperhatikan dampak penyebaran konten berupa foto, gambar atau video yang dapat memberi oksigen bagi tujuan aksi kekerasan, yaitu membuat ketakutan di masyarakat.

Konten video yang mengandung aksi kekerasan merupakan konten yang melanggar Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Bunyinya adalah sebagai berikut:

Pasal 29
Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan Informasi elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi.

Pasal 45B
Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah). “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi, dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah).

Saat ini pihak kepolisian tengah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) yang bertempat di Mapolresta Medan.

“Kita sedang olah TKP, dan foto dan video jangan di sebarkan karna resahkan masyarakat dan situasi Kamtibmas ” terang Wakapolda.

 

(ds/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password