Dugaan Praktik Korupsi, Polda Jatim tambah Tersangka Gedung Sekolah Ambruk

Tribratanews.polri.go.idSurabaya. Kepolisian Daerah Jawa Timur segera menetapkan tersangka baru atas ambruknya atap bangunan SDN Gentong, Kota Pasuruan.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol. Frans Barung Mangera menuturkan, pelaku baru yang akan ditetapkan nantinya adalah tersangka atas tindak pidana korupsi atas pengadaan pembangunan gedung yang ambruk.

“Kalau salah konstruksinya dan sudah amburadul seperti yang dikatakan krimum, berarti jelas ada yang namanya korupsi,” ujar Kombes Pol Frans Barung Mangera di Polda Jatim, Senin (11/11/2019).

Kombes Pol Frans Barung Mangera memastikan, penetapan tersangka atas kasus dugaan tindak pidana korupsi itu akan lakukan secepatnya.

Menurut Kabid Humas, Ditreskrimsus Polda Jatim sementara ini masih mendalami keterangan dari beberapa pihak yang bertanggung jawab atas kasus tersebut, dalam hal ini, adalah pejabat pembuat komitmen.

Mereka di antaranya, pria berinisial RT (43) seorang ASN di Dinas Pendidikan Kota Pasuruan dan MR (42) seorang ASN RSUD Dr Soedarsono Kota Pasuruan.

“Kita tunggu saja satu dua hari, kami akan tetapkan tersangka,” jelas Kombes Pol. Frans.

Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, dalam pengusutan kasus tersebut, seyogyanya tidak hanya memeriksa pihak PPK semata.

Namun, juga memeriksa pihak pemegang kuasa anggaran yang digelontorkan untuk pembangunan gedung tersebut.

“Karena tindak pidana itu tidak hanya dilakukan oleh PPK saja, yang 2 orang itu, gak mungkin,” tutur Kabid Humas.

Sekadar diketahui, Ditreskrimum Polda Jatim menetapkan petugas kontraktor dan mandor bangunan atas ambruknya atap kelas SDN Gentong, Gentong, Kota Pasuruan.

Mereka adalah Dedi Seto selaku kontraktor dan pengawas, serta Sutaji selaku mandor pelaksana pengerjaan bangunan sekolah tersebut.

Keduanya terbukti merekayasa material bahan bangunan sehingga tidak sesuai dengan standar dan spesifikasi yang telah ditentukan.

Pelaku merekayasa kolom besi coran menggunakan tiga rangkaian besi, padahal seharusnya diisi dengan empat rangkaian besi.

Keduanya juga menggunakan bahan baku pasir biasa dalam membangun konstruksi bangunan atap kelas.

Serta, keduanya menggunakan besi galvalum dalam menahan konstruksi atap yang tidak sesuai.

Py/sw/hy

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password