Polda Lampung Gelar Penyuluhan Hukum Guna Menangkal Paham Radikal di Internal Polri

Tribratanews.polri.go.id – Bandar Lampung. Bidang Hukum Polda Lampung menyelenggarakan penyuluhan hukum dengan tema “Menangkal Paham Radikal di Internal Polri” yang dilaksanakan di Gedung Mahligai Agung Pasca Sarjana UBL, Jl. Zaenal Abidin Pagar Alam, Bandar Lampung, Senin(11/11/19).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut kegiatan tersebut Karo SDM Polda Lampung Kombes Pol Novian Pranata, M. Psi., perwakilan pejabat satker Polda Lampung dan peserta Polwan jajaran Polda Lampung dan PNS Polda Lampung berjumlah 500 orang.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kabidkum Polda Lampung Kombes Pol Heri Setyawan, S.IK, M.H. mengatakan bahwa kegiatan ini digelar untuk mengajak agar seluruh anggota Polri dan PNS untuk tidak mudah terpengaruh oleh paham-paham yang tidak seharusnya diikuti. Kami juga mengundang Ken Setiawan yang saat ini menjadi pionir gerakan sosial Negara Islam Indonesia Crisis Center ( NII Crisis Center) yaitu sebuah organisasi yang gerakannya menjadi bilik aduan masyarakat serta motor pencegahan atas gerakan NII yang saat ini dianggap menyesatkan Ummat.

“Saat ini sudah banyak organisasi intoleran dan radikal memanfaatkan kesempatan menggaet calon anggota baru saat situasi bangsa sedang terpecah belah seperti saat ini. Hal tersebut menjadi potensi besar bagi NII untuk bisa kembali bangkit. Bahkan ketika keadaan terjadi konflik maka itu dianggap sebuah peluang besar untuk meruntuhkan pemerintah yang dianggap zalim dan taghut. Oleh karena itu, marilah kita seluruh peserta yang hadir untuk bersama sama memerangi pemikiran memecah belah tersebut dengan TOT Training Of Trainer, materi yang sudah diterima agar di sampaikan lagi di lingkungan masing masing yaitu dengan cara merangkul segenap lingkungannya untuk kembali berpegang teguh pada Pancasila dan kita harus berusaha satukan perspektif dahulu tentang Radikalisme dan Pancasila yang dianggap taghut. setelah itu baru bisa merapatkan barisan untuk melawannya agar masyarakat tidak terpengaruh dan terpapar paham radikal,”tambah Kabidkum Polda Lampung.

Selain itu Ken Setiawan juga menekankan bahwa saat ini orang-orang yang terjebak dalam paham radikalisme, intoleransi dan terorisme ialah akibat tidak mau belajar dan taklid dalam satu kelompoknya saja yang dianggap paling benar. Akibatnya adanya paham sesat radikal, intoleran, dan anti Pancasila inilah masyarakat jadi banyak salah kaprah tentang ajaran Islam. Banyak yang akhirnya masyarakat pobia terhadap agama, bahkan ada orang tua yang tidak membolehkan anaknya belajar agama disekolah atau di kampus karena takut anaknya direkrut kelompok radikal, karena kewaspadaan yang berlebihan akhirnya anak mereka tidak dibekali ilmu agama yang otomatis akan terancam dengan bahaya baru, misalnya narkoba, pergaulan bebas, hoax dll.

“Üntuk itu saya berharap agar masyarakat memahami konsep Pancasila dengan Bhineka Tunggal Ika, walaupun berbeda beda tetapi tetap satu, setiap agama bisa hidup damai saling berdampingan dengan toleransi tanpa adanya kecurigaan dari setiap pihak karena pada dasarnya tidak ada agama yang mengajarkan kebencian. Pancasila sudah final jadi jangan di persoalkan lagi. Sehingga kita bisa tetap hidup berdampingan dengan semua saudara kita dari berbagai latar belakang apapun. Agama itu menjadi rahmat, ketika belajar agama otomatis ahlaknya menjadi baik, jadi kalau ada orang mengaku beragama tapi dia mengajarkan kebencian, hujatan dan caci makian hendaklah jangan di ikuti, saya yakin dia belajar dengan orang atau guru yang salah,” tamabh Ken Setiawan.

“Maka dari itu marilah belajar agama kepada ahlinya yang jelas, bila sudah sembunyi sembunyi, selalu menyalahkan orang lain bahkan sampai dalam tahap mengkafirkan orang lain, segera tolak, bila terus memaksa, laporkan ke aparat terdekat. Tolak ukurnya mudah, agama itu menjadikan pemeluknya menjadi tersenyum dan membuat orang tersenyum, jadi bila ada orang mengajarkan agama dengan pemarah berarti itu ajaran sesat, jangan ikuti, karena bisa menyesatkan,” tutup Ken Setiawan.

(sm/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password