Polda Sumut Berhasil Meringkus 6 Pelaku Terkait Pembunugan Dua Wartawan

Tribratanews.polri.go.id-Medan. Kepolisian Daerah Sumatera Utara berhasil menangkap tiga orang terduga pelaku pembunuh wartawan. Dengan begitu, Polisi sudah meringkus lima dari enam orang tersuga pelaku.

Mereka diduga sebagai pelaku pembunuhan terhadap wartawan Maraden Sianipar (52) dan Martua Parasian Siregar alias Sanjai (42) yang terjadi di Kabupaten Labuhanbatu, (29/10/2029) .

Kelima terduga pelaku itu adalah JKH alias Katimin (42), VS alias pak Revi (55), SH alias pak Tati (55), DSri alias Niel (40) dan HP alias Herry (40).

Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H., mengatakan dari hasil pemeriksaan intensif tim penyidik terhadap terduga pelaku terungkap motif pembunuhan itu.Diduga kuat, tindakan pembunuhan itu bermotif bisnis.

Disebutkan para teduga eksekutor atas dua nyawa tersebut mendapat instruksi dari seseorang.

Karena itu Pengelola KSU Amalia ada di belakang tindakan keji ini.

Kapolda Sumut juga menyampaikan motif kejadian ini adalah terkait masalah sengketa perebutan lahan Koperasi Serba Usaha (KSU) Amelia yang dikelola oleh HP alias Herry. Namun pada penyidik HP membantah soal itu.

“Pengakuan tidak penting. Namun, berdasarkan bukti-bukti dan pemeriksaan para pelaku yang sudah ditangkap, diduga keras bahwa HP ini yang mengintruksikan kepada seseorang untuk mengusir dan kalau perlu menghabisi kedua korban saat mendatangi lahan,” kata Irjen Pol. Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H. saat konferensi pers di Polda Sumut di Mapolda Sumut, Jumat (8/11/2019)

Irjen Pol. Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H. menjelaskan, lahan tersebut sebenarnya kawasan hutan yang dikelola pelaku KSU Amelia. Namun ada beberapa kelompok penggarap yang berusaha menduduki lahan itu..

Sementara Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Kombes Pol Andi Rian menyebutkan, pada 2005 KSU Amelia memiliki lahan di tempat kejadian perkara (TKP), kemudian mereka menanami sawit. Tapi di 2018 kawasan itu sudah dieksekusi Dinas Kehutanan.

“Tetapi karena tanaman sawit sudah ada di dalam, inilah yang mereka jaga,” kata Kombes Pol Andi Rian

Kemudian, ada kelompok masyarakat yang dikoordinir oleh korban untuk melakukan penanaman dan sekaligus pemanenan. Karena merasa terganggu, inilah yang mengawali terjadinya pembunuhan kepada kedua korban.

 

(bb/hy/bs)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password