Kapolda Sumut Ultimatum Tiga DPO Pembunuh Wartawan di Labuhan Batu

Tribratanews.polri.go.idMedan. Kapolda Sumut Irjen Pol. Agus Andrianto mengultimatum tiga dari delapan pelaku pembunuhan terhadap dua wartawan di Labuhan Batu, Maraden Sianipar dan Martua P Siregar, supaya segera menyerahkan diri.

Jenderal bintang dua mengatakan Jika tidak menyerahkan diri dalam waktu sepekan maka aparat kepolisian akan mengambil langkah tindakan tegas saat melakukan penangkapan. Sampai saat ini Polisi sudah meringkus lima pelaku, dua di antaranya ditembak.

“Saya minta kepada keluarga dari pelaku yang buron tersebut, supaya memiliki peran serta mengarahkan dan membawa orang yang kita kejar itu, supaya diserahkan ke polisi. Saya menjamin jika diserahkan atau menyerahkan diri, maka buronan kasus pembunuhan ini akan diperlakukan secara baik. Proses hukum harus dijalankan. Jika tidak menyerah maka tindakan tegas akan dilaksanakan,” tegas Kapolda Sumut, Minggu (10/11/19).

Irjen Pol. Agus Andrianto mengungkapkan bahwa dalang pemberi perintah pembantaian yang menewaskan dua orang wartawan di Labuhan Batu, Sumatera Utara, merupakan menantu dari pemilik PT Amalia. Polisi juga meringkus otak perencanaan pembunuhan, dan seluruh pelaku ternyata bekerja di perusahaan itu.

Orang yang memberikan perintah untuk menghabisi dengan menyerahkan uang sebesar Rp 40 juta itu adalah Harry Padmoasmolo alias Harry (40) warga Jalan Juanda, Kelurahan Jati, Kecamatan Medan Maimun.

Harry merupakan menantu dari pemilik PT Amelia bernama Yohana Rame Sitorus. Dia juga salah satu pimpinan di perusahaan itu. Sementara itu, otak perencanaan pembunuhan adalah Janti Katimin Hutahaean alias Katimin (42), Humas PT Amelia. Tersangka lainnya yang diringkus adalah Victor Situmorang alias Revi (55) Tati (55), Daniel Sianturi alias Niel (40).

Kapolda Sumut mengatakan, lima pelaku pembunuhan itu ditangkap dari sejumlah lokasi terpisah. Polisi menyita barang bukti berupa, satu unit Honda Revo BK 5158 VAB, Honda Supra X BK 2220 IO, dua kaos berlumuran darah, satu unit sepesa dan 5 unit handphone. Dalam kasus ini, masih ada tiga pelaku pembunuhan yang dinyatakan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Mereka diburon itu berinisial JS, Ri dan HS. Ketiganya juga diduga bekerja di PT Amelia.

(ym/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password