Kasus Atap Sekolah Ambruk di Pasuruan, Polda Jatim Tetapkan Dua Tersangka

Tribratanews.polri.go.id – Pasuruan. Polda Jawa Timur telah menetapkan dua tersangka terkait ambruknya atap bangunan kelas SDN Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan yang diketahui mengakibatkan dua korban tewas dan belasan luka-luka serta meninggalkan trauma bagi para murid.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan bersama jajaran mengungkapkan bahwa penyidik ditreskrimsus telah menetapkan dua orang sebagai tersangka. Mereka adalah D dari CV DHL selaku penyedia galvalum serta S dari CV ADL yang menjadi pelaksana proyek. Keduanya bahkan sudah diamankan. Mereka ditangkap ketika melarikan diri ke Kabupaten Kediri Jumat malam (8/11). ”Sekarang sudah ditahan di mapolda,” jelasnya (9/11).

Kapolda menjelaskan, tersangka dikenai pasal 359 KUHP tentang yurisprudensi kealpaan. Yakni, kelalaiannya mengakibatkan orang lain meninggal. Dia tidak menutup kemungkinan jumlah tersangka bertambah seiring dengan pemeriksaan saksi yang masih bergulir. “Kedua tersangka diancam dengan kurungan lima tahun penjara,” jelas Jenderal Bintang Dua tersebut.

Selain menetapkan tersangka sebagai penanggung jawab atas musibah ini, Ditkrimsus Polda Jatim juga menyelidiki dugaan tindak pidana korupsi pembangunan rehabilitasi bangunan empat ruang kelas di SDN Gentong. Bahkan, penyidik sudah meminta keterangan dari sejumlah saksi sehingga tak menutup kemungkinan tersangkanya bisa bertambah lagi.

“Nanti akan kami telusuri. Sementara ini sudah ada satu yang sedang kami dalami dan nanti bisa aja dijadikan tersangka. Ini akan kami proses lebih lanjut,” jelas Irjen Pl Luki Hermawan.

Sebelumnya, atap bangunan SDN Gentong di Jalan KH Sepuh, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, Jawa Timur, ambruk saat proses belajar mengajar, Selasa pagi (5/11/2019). Dua orang tewas dalam insiden ini, sedangkan 11 lainnya terluka.

Identitas korban meninggal, masing-masing atas nama Irza Almira Ramadani, (8) dan Sevina Arzy Wijaya (19), guru pengganti. Pascainsiden ambruknya atap empat kelas SDN Gentong, tim Labfor Polda Jatim melakukan olah TKP. Dari hasil penyelidikan ditemukan dugaan penyimpangan konstruksi dan bahan material dalam pembangunan. “Yang jelas ada temuan indikasi penggunaan material dan konstruksi yang salah,” jelas Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, Jumat (8/11/2019).

(bg/sw/hy)

Admin Polri56695 Posts

tribratanews.polri.go.id "Portal Berita Resmi Polri : Obyektif - Dipercaya - Patisipatif"

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password