Polda Papua Berhasil Ungkap Kasus Tindak Pidana Korupsi Pejabat Daerah dan ASN

Tribratanews.polri.go.id. – Mimika. Wakapolres Mimika Kompol I Nyoman Punia,S.Sos di dampingi Kabag Ops AKP Andyka Aer, S.I.K., dan Kasat Reskrim AKP I Gusti, S.H., S.I.K., menggelar Press Release Kasus Tipikor Bertempat di kantor Pelayanan Polres Mimika, Jumat (8/11/19).

 

Wakapolres menjelaskan bahwa, ada tiga Pelaku Korupsi Kegiatan Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan (Monev) Kantor Bappeda Mimika Tahun Anggaran 2016 yakni YE (PPTK), MNM (Bendahara) dan SM (Kepala Bappeda) terancam pidana diatas lima tahun.

 

“Setelah melakukan pemeriksaan terhadap 88 orang saksi dengan 207 barang bukti, ketiganya terbukti bersalah dan mengakibatkan kerugian negara sebesar 1,6 miliar. Pasal yang dilanggar adalah pasal 2 ayat 1 Undang-undang Tipikor subsider pasal 3 junto 55 KUHP dengan ancaman penjara di atas lima tahun,” tegas Wakapolres.

 

Ia menjelaskan, penangkapan ketiganya dilakukan pada Juli 2019 berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/700/VIII/2018/PAPUA/ RES MIMIKA tanggal 30 Agustus 2018. Tempat kejadian kantor Bappeda dan 18 distrik. Korbannya adalah negara. Tersangka SM adalah kepala Bappeda, MNM bendahara pengeluaran dan YE sebagai PPTK. Dari kerugian negara 1,6 miliar, 507 juta berhasil dikembalikan,” ujarnya.

 

Ditambahkan Kasat Reskrim AKP I Gusti Agung Ananta bahwa pada 2016, SM sebagai kepala Bappeda (penanggungjawab anggaran-red) menerima anggaran sebesar 2,4 miliar dari PPTK sebanyak dua kali. Dana ini digunakan untuk kegiatan monitoring, evaluasi dan pelaporan (monev) ke 18 distrik.

 

Sebelum melakukan audit, dari lidik, sidik, hingga penetapan tersangka, kita lakukan kordinasi dengan pihak inspektorat. Kita kemudian meminta perhitungan kerugian negara oleh BPKP Provinsi Papua dan kita menerima hasil bahwa benar, nilai nominal yang dirugikan oleh tiga tersangka ini adalah Rp 1.628.044.559.

 

Dari jumlah ini, Rp 507.000.000 berhasil diamankan. Disebutkan pula, tindakan ketiganya merugikan negara karena sesuai hasil pemeriksaan, ketiganya melakukan banyak tindakan fiktif atau manipulasi penggunaan anggaran. Mereka pesan tiket pesawat, sewa kapal dan juga pelaksanaan tapi tidak ada kegiatan. Dari 18 distrik, hanya beberapa distrik dalam kota saja yang mereka datangi dan itupun tidak semua. Sedangkan distrik di luar kota tidak ada yang didatangi tetapi laporannya mereka fiktifkan. Kami sudah datangi pihak-pihak terkait dan mereka membenarkan itu.

 

Kasatreskrim mengatakan, pihaknya bergelut dengan kasus ini selama 2,5 tahun. Ini bagian dari komitmen AKBP Agung Marlianto yang saat itu menjabat sebagai kapolres Mimika untuk memberantas korupsi di Mimika.

 

Ini salah satu hasilnya. 2,5 tahun kami kerja keras dan hari ini kita rilis sesuai dengan janji Kapolres AKBP Agung Marlianto yang hari ini melakukan serah terima jabatan. Kasus ini juga sudah diincar oleh Polda Papua dan KPK tetapi karena sudah kita tangani dari awal dan hari ini juga kita sudah laksanakan tahap dua. Jadi sebelum ke lapas, kami lakukan rilis,” jelasnya.

 

Ditambahkan, dana monev yang dikorupsi oleh ketiganya digunakan untuk kepentingan pribadi ketiganya sehingga tidak sesuai dengan peruntukannya. Dana 507 juta selanjutnya akan diserahkan kembali ke negara. Dengan terungkapnya kasus ini diharapkan menjadi peringatan dan pembelajaran kepada pejabat dan ASN di lingkup pemerintahan untuk tidak menggunakan anggaran negara demi kepentingan pribadi tetapi digunakan sebagaimana mestinya. Apabila ada OPD lain yang lakukan serupa maka akan kami tindak tegas. Kasus ini masih dalam pengembangan dan jika buktinya sudah kuat, bisa saja akan ada tersangka-tersangka lainnya,” ujar Waka Polres.

 

(fa/sw/hy)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password