Pengamat Intelijen dan Keamanan Jabarkan Aturan Penempatan Kader TNI-Polri di Jabatan Sipil

Tribratanews.polri.go.id – Jakarta. Pengamat intelijen dan keamanan Stanislaus Riyanta mengatakan tidak salah Presiden RI Ir. H. Joko Widodo mengangkat kalangan dari TNI dan Polri sebagai Menteri yang duduk di Kabinet Indonesia Maju.

 

“Penempatan Menteri berasal dari TNI Polri tentu dengan banyak pertimbangan yang merupakan hak prerogatif Presiden,” terang Pengamat intelijen dan keamanan di Jakarta, Senin (04/11/19).

 

Selain hak proregatif, menurut Pengamat intelijen dan keamanan, Presiden RI mengangkat kalangan TNI-Polri berpedoman pada paraturan perundang-undangan dalam hal ini, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS yang merupakan turunan dari UU Aparatur Sipil Negara (ASN) mengatur tentang anggota TNI/Polri yang alih status ke sipil.

 

Dalam Pasal 155 disebutkan prajurit TNI dan anggota Polri yang sedang menduduki jabatan ASN pada instansi pusat diberhentikan dari jabatan ASN.

 

Beberapa pejabat Polri yang menduduki jabatan sipil dan harus mengundurkan diri dinas aktif seperti Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D., yang harus mundur dari Jabatan Kapolri untuk menempati jabatan Menteri Dalam Negeri.

 

Selain itu Dirjen Imigrasi Kemenkumham, Irjen Kemenperin, Jabatan Dirjen Hubdak Kemenhub, Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kemenaker, Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag diisi oleh perwira tinggi dari Polri yang sebelumnya telah mengundurkan diri.

 

Aturan untuk menempati jabatan tersebut disesuaikan dengan D UU No 5/2014 Tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Peraturan Kapolri (Perkap) No 4/2017 tentang penugasan anggota Polri di luar struktur organisasi sudah jelas mengatut bagi anggota Polri yang menduduki jabatan sipil.

 

“Banyaknya kader TNI-Polri yang menempatai jabatan di kementrian atau organisasi karena adanya pertimbangan bahwa kader dari TNI-Polri sudah teruji dalam pengalaman organisasi dan tugas-tugas kenegaraan,” tambah Pengamat intelijen dan keamanan.

 

(rj/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password