Libatkan KPK dan Kejaksaaan dalam Gelar Perkara, Polri: Dugaan Perusakan Buku Merah di KPK Tak Terbukti, Kasus Buku Merah Selesai

Tribratanews.polri.go.id – Jakarta. Polri menyatakan bahwa kasus dugaan perusakan atau penyobekan buku merah sudah selesai. Hal itu berdasarkan keputusan dalam proses gelar perkara di Polda Metro Jaya yang menghasilkan fakta bahwa tidak ditemukan adanya pengrusakan catatan tersebut.

Kadiv Humas Polri, Irjen. Pol. Muhammad Iqbal, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa gelar perkara tersebut dilakukan secara transparan dengan melibatkan pihak Polri, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan pada Rabu (31/10/2018) lalu.

“Terkait hal tersebut. Kami sudah melakukan gelar perkara sejak lama, tanggal 31 Oktober 2018. Dalam gelar perkara juga ada unsur dari KPK dan Kejaksaan. Tiga unsur KPK yang ikut gelar perkara yaitu dari Biro Hukum, Biro Koordinasi dan Supervisi serta Pengawas Internal,” jelas Kadiv Humas Polri di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis, (24/10/19).

Kadiv Humas juga menekankan bahwa dari ketiga lembaga tersebut, memastikan bahwa tidak ditemukan adanya dugaan perbuatan melawan hukum berupa pengrusakan barang bukti kasus hukum yang menjerat Basuki Hariman dan Ng Fenny.

Dengan tidak ditemukannya bukti dan dugaan pengrusakan itu, ketiga lembaga penegak hukum tersebut sepakat bahwa kasus buku merah telah selesai dan proses penyidikannya telah dihentikan. Ini lantaran tidak ditemukan fakta-fakta pengrusakan seperti yang dituduhkan beberapa pihak.

“Semua yang mengikuti proses gelar perkara sepakat bahwa tidak terbukti adanya perobekan barang bukti sebagaimana yang diisukan,” jelas Kadiv Humas.

Jenderal Bintang Dua itu melanjutkan bahwa adanya tudingan pengrusakan buku merah yang tertuang dalam rekaman kamera pemantau atau CCTV di ruang kolaborasi Gedung KPK itu tidak terbukti kebenarannya.

“Bahkan dalam rekaman CCTV yang beredar, sengaja disebarkan untuk menggiring opini tak berdasar, itu juga tidak ditemukan bukti bahwa terjadinya proses perusakan,” pungkas Mantan Wakapolda Jatim itu.

Sementara itu, beberapa waktu lalu Ketua KPK Agus Rahardjo menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap rekaman CCTV itu. Menurutnya, tidak ditemukan fakta adanya pengrusakan dan penyobekan buku merah itu.

“Pengawas internal sudah memeriksa kamera, kamera memang terekam, tapi secara ada penyobekan, tidak terlihat di kamera itu,” jelas Ketua KPK Agus Rahardjo kala itu di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (10/10/18) silam.

(my/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password