Kapolda Kaltara : Pelaku Penganiayaan di Tarakan Dijerat Pasal Berlapis

Tribratanews.polri.go.id – Tanjung Selor. Kapolda Kalimantan Utara, Brigjen Pol. Indrajit, S.H., menegaskan bahwa kasus penganiayaan di Kawasan Pantai Amal, Kota Tarakan, Rabu (23/10/19) adalah tindakan kriminal murni.

 

“Kita ini negara hukum. Terjadi percekcokan jangan bawa sajam. Sedikit-sedikit pake parang. Kita akan terapkan pasal berlapis. Undang-Undang Darurat itu ancamannya 10 tahun. Untuk penganiayaan berat itu 5 tahun,” terang Kapolda.

 

Kapolda mengingatkan seluruh masyarakat agar tidak bermain hakim sendiri dan mempercayakan institusi kepolisian melakukan proses hukum terhadap siapapun pelaku penganiayaan.

 

“Saya Kapolda akan menindak tegas. Saya tidak mau ada efek setelah kejadian ini. Kalau ada efek, saya tindak tegas dan dikenakan pasal berlapis juga. Jadi sekali lagi, tidak ada kaitan antar kelompok. Ini kriminal murni,” tegas Kapolda.

 

Disamping itu, Kabidhumas Polda Kalimantan Utara, AKBP Berliando, S.I.K., menerangkan bahwa penganiayaan berawal dari kegiatan mitra bisnis jual beli pokok kayu. Pelaku awalnya membeli pokok kayu kepada korban senilai Rp 4 juta, dan telah dilunasi.

 

Akan tetapi setelah pokok tersebut dikerjakan menjadi kayu papan, korban menjual papan tersebut kepada orang lain. Akhirnya terjadi cek-cok sampai terjadi perkelahian.

 

Atas kasus tersebut, pelaku dijerat Pasal 2 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 juncto Pasal 351 ayat (2) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

 

(rj/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password