Selesaikan Kasus Karhutla, Polda Riau Jalin Kerjasama Dengan Kejaksaan

Tribratanews.polri.go.id-Pekanbaru. Dalam upaya menangani penyidikan perkara kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kepolisian Daerah Riau menggandeng Kejaksaan Tinggi Riau.

Dalam hal ini, Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau AKBP Fibri Karpiananto mengatakan saat ini penyidik polisi bersama jaksa tengah berada di areal konsesi milik perkebunan sawit tersebut.

“Hari ini masih cek TKP (tempat kejadian perkara) bersama jaksa,” kata Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau di Pekanbaru, Senin (22/10/19).
Selain itu, Direktur Reskrimsus Polda Riau, AKBP Andri Sudarmadi, mengatakan perkara Karhutla PT Teso Indah telah ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan pada 15 Oktober 2019 lalu. Pada 16 Oktober, SPDP dikirim ke Kejati Riau.

Direktur Reskrimsus Polda Riau, AKBP Andri Sudarmadi juga mengatakan dua blok PT TI yang terbakar lokasinya cukup berjauhan di Desa Rantau Bakung, Kecamatan Rengat Barat. Blok T, persisnya di areal 18 hingga 20, ada 37,25 hektare terbakar.

Selanjutnya Blok N, di areal 14 hingga 16 ada 31,8 hektare terbakar. Blok N ini dekat dengan tempat tinggal karyawan serta tidak sulit ditempuh.

Dalam perkara ini, PT Teso Indah diancam dengan Pasal 98 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 32 Tahun 2009 tentang perlindungan danpengelolaan lingkungan hidup. Ancaman pidana penjara paling singkat tiga tahun dan paling lama 10 tahun, denda maksimal Rp 10 miliar.

Selain itu juga dijerat dengan pasal 99 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 32 Tahun 2009 tentang perlindungan danpengelolaan lingkungan hidup. Ancaman hukuman minimal Rp1 miliar dan maksimal Rp3 miliar.

“Modus operandinya perusahaan sengaja atau lalai tidak menyiapkan sarana dan prasarana, dana yang memadai, SOP dan sumber daya manusia atau pegawai untuk mencegah dan menanggulangikebakaran hutan,” tutup AKBP Andri Sudarmadi

(bb/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password