Selama Dua Pekan Operasi Jogo Jatim, Polisi Berhasil Ringkus 30 Pelaku Kejahatan

Tribratanews.polri.go.id – Surabaya. Sebanyak 30 pelaku kejahatan berhasil diringkus oleh jajaran Ditreskrimum Polda Jatim. Penangkapan tersebut dilaksanakan di sembilan kota maupun kabupaten di Jatim. Para pelaku tersebut diringkus selama dua pekan Operasi Jogo Jawa Timur.

Dari 30 tersangka yang diringkus oleh jajaran Polda Jatim diantaranya merupakan 18 dari kasus judi dadu, dan 12 kasus penjualan minuman keras (miras) ilegal. Sembilan kota tersebut yaitu Sidoarjo, Pasuruan, Lamongan, Malang, Tulungagung, Ngawi, Probolinggo, Madiun, dan Jombang.

Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol. Gidion Arif Setyawan diwakili oleh Kabag Binops Kompol I Gusti Ketut, didamping Kanit V Subdit III Jatanras AKP M. Aldy Sulaeman menjelaskan bahwa, dari 12 tersangka sebagai penjual miras disita 1.525 botol berbagai merek tanpa memiliki izin edar.

Bahkan dari ribuan botol miras tersebut diproduksi di home industry oleh beberapa tersangka.

“Para tersangka ini menjual miras kemasan berbagai merek. Ada yang dibuat sendiri (perorangan) dan ada juga yang diproduksi di home industry,” jelas Kabag Binops Polda Jatim, Minggu (20/10/19).

Kompol I Gusti Ketut menjelaskan, operasi tersebut dilakukan untuk menekan potensi kriminalitas, sebab miras menjadi salah satu penyebab munculnya tindak kejahatan.

“Akibat disalahgunakan, miras dapat menjadi penyebab perkelahian hingga berujung ke pembunuhan. Seperti yang terjadi di Probolinggo,” jelas Kabag Binops Polda Jatim.

Dari pengakuan seorang penjual sekaligus peracik miras, Rohima, warga asal Pandaan, Pasuruan, menerangkan jika sudah melakukan bisnis haram tersebut selama setahun.

“Saya baru meracik dan menjual miras tersebut selama setahun. Saya dapat meraciknya berkat diajari almarhum suami,” terang pelaku tersebut.

Bahkan, dalam sebulan, ia mampu menghasilkan uang sebanyak Rp 4 juta.

“Sebenarnya keuntungan tak menentu. Tapi setiap bulan rata-rata Rp 4 juta. Uang tersebut saya pakai untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” jelas pelaku.

Kanit V Subdit III Jatanras menjelaskan juga bahwa dari 18 tersangka judi yang diamankan, pihaknya berhasil menyita uang tunai sebesar Rp 28 juta dan sejumlah peralatan judi.

“Rata-rata yang kami amankan merupakan tersangka judi dadu. Bukan hanya petaruhnya saja yang kami tangkap, melainkan juga bandarnya,” terang Kanit V Subdit III Jatanras.

(fn/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password