Bareskrim Polri Gelar Konferensi Pers Kasus Perdagangan Orang dengan Modus Nikah dengan WNA

Tribratanews.polri.go.id – Jakarta. Bareskrim Polri menggelar Konferensi Pers atas keberhasilnya mengungkap praktik perdagangan orang dengan modus menikah dengan warga negara Cina, yang dilaksanakan di Lobi Gedung Awaloedin Djamin Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (17/10/19).

Tampak hadir dalam kegiatan Konferensi Pers tersebut Kasubbag Berita Biro Pensiun Divisi Humas Polri AKBP Alfian Nurnas, Kasubdit lll, Kanit TPPO dan SBMI.

Dalam penjelsannya, kata Kasubbag Berita Biro Penmas Divisi Humas Polri mengatakan bahwa hal ini merupakan tindak perdagangan orang dengan mode pengiriman pengantin untuk (dikirim ke) negara Cina. Korbannya yang ketahuan sudah dua orang, salah satunya masih di bawah umur, asal Kalimantan juga. Pada bulan Agustus 2015, seorang korban bernama AT di pengadilan oleh seseorang bernama A dengan penawaran untuk menikah dengan WN China. Selanjutnya, korban bersama diberikan serta T bertemu dengan seseorang dan seseorang bernama AL. Saat pertemuan, disampaikan oleh tersangka jika akan menikah akan mendapatkan mahar sebesar Rp20 juta dan akan dibelikan rumah setiap bulan yang dikirim ke orang tua korban.

“Korban dibuka dan diatur di kantor Imigrasi Singkawang diantar oleh tersangka T, Selang dua bulan, korban berangkat berangkat ke Cina dan pada bulan November, korban menikah dengan WN Cina atas nama Yang Anjie. Setelah tiga bulan menikah, selamat di mana. Yang dijanjikan oleh tersangka adalah rumah dibalik juga bohong. Akhirnya pada bulan Juli tahun 2018, korban pun diundang ke KBRI dan bersama pihak lain KBRI Beijing, korban akhirnya berbicara dengan suami, “tambah Kasubbag Berita Biro Penmas Divisi Humas Polri.

“Selanjutnya korban atas nama RS. Pada bulan Maret 2018, korban ditawarkan menikah dengan WN Cina dan dijanjikan akan mendapat uang Rp. 6 juta dan dapat diperoleh setiap tiga bulan. Cerita singkat, pada bulan Juni 2018, korban diberangkatkan ke China dan dinikahkan dengan WN Cina atas nama Tong Fei Fei. Lebih sedikit tiga bulan menikah, lebih sering mendapatkan lebih banyak dari pada suami. Korban pun mendapat ditipu karena tidak mendapatkan uang seperti yang diperoleh sebelumnya. Korban pun mendapat memintai cerai untuk suami. juta. Karena tak tahan, korban pun dilepaskan ke KBRI Beijing dan sedang diproses proses pengurusan cerainya. Saat ini, kami tengah memburu seorang tersinis berinisial B yang terlewati di Hong Kong, “tutup Kasubbag Berita Biro Penmas Divisi Humas Polri.

Atas tindakannya, tersangka dijerat dengan Pasal 4 dan 6 UU RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan TPPO dengan ancaman kurungan maksimal 15 tahun dan minimal 3 tahun penjara dan denda maksimal Rp600 juta dan paling sedikit Rp120 juta.

(sm / sw / hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password