Ungkap Mafia Tanah, Polda Metro Jaya dan Polda Banten Dapatkan Penghargaan Menteri ATR/BPN

Tribratanews.polri.go.id – Jakarta. Menteri Agraria Tata Ruang BPN RI Sofyan Abdul Djalil memberikan penghargaan kepada kinerja team Satgas Mafia Tanah Polda Banten dan Polda Metro Jaya dalam mengungkap kasus mafia tanah di Aula Prona, Gedung Kementerian ATR/BPN RI di Jalan Sisingamangaraja Jakarta Selatan.

 

Penghargaan dan Apresiasi Menteri Agraria Tata Ruang BPN kepada team Satgas Mafia Tanah Prov. Banten, diterima Irwasda Polda Banten Kombes Pol I Nyoman Labha mewakili Kapolda Banten yang didampingi oleh Kasatgas Pemberantasan Mafia Tanah AKBP Sofwan Hermanto, S.I.K., M.I.K., bersama 16 Anggotanya. Dan penghargaan Kapolda Metro Jaya diterima Irwasda Kombes Pol Komarulzaman didampungi Direktur Reskrimum Kombes Pol Suyudi Aryo Seto mewakili Kapolda Metro Jaya.

 

Kasatgas Pemberantasan Mafia Tanah AKBP Sofwan Hermanto, S.I.K., M.I.K., mengatakan, Pembentukan Satgas Mafia tanah merupakan program presiden untuk membatasi ruang gerak para Mafia dalam program Sertifikasi, karena ditemukan banyaknya masalah.

 

Irwasda Polda Banten, Kombes Pol. I Nyoman mengatakan, keberhasilan mengungkap kasus mafia merupakan hasil tim Satgas Mafia Tanah Provinsi Banten. Dari 10 perkara yang menjadi skala prioritas adalah perkara memalsukan isi warkah atau lampiran persyaratan untuk memohon SHM, dalam hal ini terbitnya 5 SHM dan 9 SPPT atas nama MH di Area Wilayah Cilegon Banten, yang berdampak terganggunya pembangunan dan ancaman menarik investasinya senilai 50 triliun.

 

Selain mencantumkan keterangan palsu di Form Warkah dari Buku I C Desa, pelaku juga mencantumkan catatan palsu dalam Surat Waris dan Surat Keterangan Waris. Jika MH sebagai Ahli Waris KAMSAH SADIM, padahal KAMSAH SADIM tidak mempunyai anak MH melainkan cucunya. Dan juga muncul masalah klaim kepemilikan bidang bidang tanah diawali pada tahun 2014 dengan cara MH melakukan pemblokiran sertifikasi pihak lain, dengan dasar SPPT.

 

Dari peristiwa tersebut secara jelas telah ditemukan ada peristiwa pidana pemalsuan dan hasil penyidikan sampai saat ini, MH terpenuhi unsur unsurnya melakukan perbuatan pidana menggunakan dokumen atau surat palsu sebagaimana pasal 263 KUHP dan telah ditetapkan sebagai Tersangka dilanjutkan dilakukan penahanan di Rutan Polda  Banten sejak 24 September 2019.

 

(fb/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password