Kapolda Kalbar Hadiri Silaturahmi dan Dialog Kebangsaan Lintas Generasi

Tribratanews.polri.go.id-Pontianak. Kapolda Kalimantan Barat (Kalbar), Irjen Pol. Drs. Didi Haryono S.H., M.H., menghadiri acara silaturahmi dan Dialog Kebangsaan Lintas Generasi yang di selenggarkan di Aula Syeikh Abdul Rani IAIN Pontianak, Kamis (10/10).

Acara ini juga hadiri oleh jajaran Forkopimda Provinsi Kalimantan Barat dan ratusan Mahasiswa. Dengan mengangkat tema dalam balutan “Merawat Indonesia Sebagai Rumah Kita”.

Dalam sambutanya Kapolda menyampaikan, Pancasila inilah pemersatu Bangsa Indonesia, tolong empat konsensus dasar mulai dari Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI sudah final dan mahasiswa serta kaum millenial inilah penerus bangsa kedepannya.

“Tolong jaga benar-benar keberagamaan yang ada di Kalbar, karena kitalah yang harus menjaganya, dipundak kitalah bangsa ini,” jelas Kapolda.

Pada acara tersebut juga nampak salah sesorang mantan narapidana terkait kasus terorisme, Muhammad Nasir Abbas yang turut sharing pada acara Dialog Kebangsaan Lintas Generasi.

Muhammad Nasir Abas mengungkapkan bahwa dirinya dulu merupakan seseorang yang bertentangan dengan Pancasila dan tidak mempedomani aturan yang ada dalam tatanan NKRI.

“Saya bergabung dengan akademi militer Selama 3 tahun di akademi militer Mujahidin Afganistan dan lulus pada tahun 1993, tanpa saya sadari saya telah bergabung dengan kelompok NII” terangnya.

Selain itu tambahnya, “Saya merupakan orang yang ingin membuat dan mempersiapan Indonesia sebagai negara Islam dengan stategi yang telah saya dapatkan pada saat bergabung di akademi militer tersebut”.

Mantan teroris yang juga pernah menjadi pimpinan Jamaah Islamiyah (JI) ini mengucapkan rasa syukurkan bisa dapat kembali sadar dari doktrin-doktrin yang pernah di ajarkan saat di Afghanistan. “Setelah saya ditangkap pada bulan April 2013 dan saya mulai berfikir mengapa Indonesia tidak bisa dibuat negara Islam dikarenakan masyarakat Indonesia hidup dalam keberagaman” ucapnya dihadapan seluruh hadirin.

Diakhir sambutanya, mantan terorisme ini menyampaikan bahwa ancaman terekrut sendiri masuk ke dalam paham Radikalisme ialah besar di sebabkan oleh adanya Handphone disusul bacaan buku majalah mengandung tulisan mengenai faham kekerasan dan menonton video atau berita. Tidak lupa juga dalam kesempatan ini dia memberikan tips dan himbauan kepada Mahasiwa Pontianak.

(ds/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password