Ribuan Bahan Peledak dan Sitaan dari Pelaku Kejahatan Dimusnahkan Polda NTB

Tribratanews.polri.go.id – Mataram. Satbrimob Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat memusnakan 2.064 bahan peldak hasil temuan masyarakat, polisi dan sitaan dari pelaku kejahatan yang dilaksanakan di Mako Brimob Polda NTB.

 

Panitia Disposal barang bukti bahan peledak Satbrimob Polda NTB, AKBP Wayan Budiarsa menyebutkan barang bukti yang dimusnahkan terdiri atas depalan buah mortar, delapan buah granat pragmentasi, 41 buah granat ofensif, satu buah granat pelontar, 2 ribu detonator rakitan dan enam botol bom ikan.

 

Barang bukti bahan peledak yang didisposal atau dimusnakan tersebut sebagian juga merupakan peninggalan dari Perang Dunia II dan milik Tentara Jepang. Penyimpanan bahan peladak ini juga dipisah dengan peralatan persenjataan yang lain mengingat sebagian barang ini masih memiliki daya ledak aktif.

 

Pemusnahan bahan peledak tersebut dilakukan oleh Kapolda NTB Irjen Pol Drs. Nana Sudjana AS, MM dengan penekanan tombol dan dilanjutkan oleh Wakapolda NTB Brigjen Pol Drs. Tajuddin SH, MH yang disaksikan oleh Pejabat Utama Polda NTB serta para Jurnalis.

 

Kapolda NTB, Irjen Pol. Drs. Nana Sudjana, M.M., mengatakan, pemusnahan barang bukti tersebut pertama kalinya dilaksanakan di wilayah hukum Polda NTB dan perintah Kapolri agar kasus meledaknya gudang penyimpanan bahan peledak di Pulau Jawa tidak terulang.

 

Kejadian tersebut mengingatkan bahwa Standar Operasional Prosedur (SOP) penyimpanan bahan yang mudah meledak sangat penting dan harus benar – benar mendapat perhatian, terlebih Polda NTB dan jajarannya belum memiliki gudang khusus bahan peledak serta untuk mengurangi resiko terjadinya terhadap barang bukti yang mempunyai kekuatan hukum tetap maka dilakukan pemusnahan/disposal sesuai dengan tahapan dan ketentuan yang berlaku dengan tetap memperhatikan aspek keamanan.

 

“Pemusnahan bahan peledak ini merupakan yang pertama kali di wilayah hukum Polda NTB, Bahan peledak yang memiliki sensitivitas tinggi juga ditambah kondisi cuaca panas merupakan potensi pemicu terjadinya ledakan. Kami tidak menghendaki peristiwa tersebut terjadi di Polda NTB,” pungkas Kapolda NTB.

 

Kapolda NTB juga  memberikan apresiasi terhadap jajaran satuan wilayah khususnya Satker Brimob sebagai pelaksana yang sudah melakukan langkah-langkah terhadap bahan peledak sisa-sisa peninggalan perang yang sangat berhaya.

Kedepannya sebagai antisipasi terhadap bahan peledak yang belum mempunyai kekuatan hukum tetap membutuhkan tempat penyimpanan maka nantinya Polda NTB akan membuat banker khusus sehingga penyimpanan tidak dilaksanakan bersamaan dengan kasus lainnya di gudang.

 

(fb/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password