Polri : Penyerang Menko Polhukam Wiranto Kelompok Teroris JAD Bekasi

Tribratanews.polri.go.id – Jakarta. Kunjungan kerja di Pandeglang Banten, Polri telah mengidentifikasi pelaku penyerang Menko Polhukam Wiranto yang berinisial SA alias Abu Rara (31) diketahui masuk dalam kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bekasi , Kamis (10/10/19).

“Sudah bisa dipastikan pelaku termasuk dalam kelompok JAD Bekasi dengan amirnya Abu Zee yang sudah ditangkap tanggal 23 September yang lalu bersama 8 pelaku lainnya, serta 1 orang yang ditangkap di Jakarta Utara,” jelas Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi di Mabes Polri Jakarta Selatan, Kamis (10/10/19).

Dugaan ini semakin diperkuat dengan aksi yang dijalankan oleh Abu Rara. Yakni menyerang pejabat publik. Sebab, target utama kelompok JAD adalah pejabat publik ada kepolisian. “Kalau misalnya radikal ISIS itu pelaku akan menyerang pejabat publik, terutama kepolisian. Karena aparat kepolisian dan pejabat publik yang setiap saat melakukan penegakan hukum terhadap kelompok tersebut,” tegas Brigjen Pol Dedi.

Penyelidikan terhadap Abu Rara masih terus dilanjutkan. Densus 88 masih mengumpulkan sejumlah data lain, termasuk sudah berapa lama pelaku menetap di sekitar tempat penyerangan. Atau hanya pendatang saat mengetahui kedatangan Wiranto.

Seperti diketahui, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto pada saat kunjungannya ke wilayah Pandeglang, Banten, mendadak ada orang tidak dikenal (OTK) yang berupaya menyerangnya dengan senjata tajam.

Peristiwa ini terekam dalam sebuah video pendek. Tayangan ini kemudian dengan cepat viral di media sosial. Dalam video terlihat Wiranto yang mengenakkan batik hijau baru saja turun dari mobilnya.

Dari arah samping belakang sebelah kiri mendadak OTK tersebut yang mengeluarkan senjata tajam mirip pisau dan berusaha menusuk Wiranto. Akibatnya, mantan Panglima TNI tersebut sampai tersungkur ke tanah.

Sebanyak 2 orang diamankan dalam kasus ini. Mereka adalah SA alias Abu Rara, 51, dan FA, 21. Dalam penyelidikan awal, diketahui pelaku penusukan hanya 1 orang yakni SA. Sedangkan FA turut diamankan karena berada didekat pelaku saat penyerangan terjadi.

Dugaan sementara, SA terpapar oleh paham radikalisme. Namun, belum diketahui pasti dengan jaringan mana dia terafiliasi. “Pelaku diduga tepapar paham radikal ISIS,” jelasnya. Saat ini Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror sudah diturunkan guna melakukan pendalaman.

(bg/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password