Minta Mahasiswa yang Kabur Untuk Pulang dan Kembali Kuliah, Kapolda Jamin Tak akan Menahan

Tribratanews.polri.go.id – Sumbar.  Kapolda Sumbar Irjen Pol Drs. H. Fakhrizal, M.Hum meminta kepada mahasiswa yang diduga terlibat aksi perusakan di kantor DPRD Sumbar untuk tetap melanjutkan perkuliahan. Kapolda juga menjamin tidak akan melakukan proses penahanan terhadap mahasiswa yang terlibat.

Sesuai hasil penyelidikan pihak kepolisian, banyaknya mahasiswa yang diketahui melarikan diri dan meninggalkan kampus karena takut diproses hukum. Irjen Pol Fakhrizal sangat menyayangkan langkah mahasiswa yang mencoba kabur hingga tidak berkuliah.

“Sekarang adek-adek mahasiswa ini pada kabur, yang merasa ikut terlibat dan terekam CCTV pada kabur. Ini kan sangat kita sayangkan. Kasihan anak-anak kita, mereka ingin kuliah ingin menuntut ilmu mencapai cita-citanya. Kalau kabur, engga kuliah, masa depannya gimana itu yang kita pikirkan”, kata Irjen Pol Fakhrizal kepada wartawan di Mapolda Sumbar, Senin (30/9).

Kapolda mengakui telah memanggil jajarannya yang menangani kasus demo mahasiswa ini. Ia meminta untuk mahasiswa yang merasa terlibat tidak usah takut dan melarikan diri.

“Saya sudah panggil Dirintel dan Dirreskrimum dan Kapolresta untuk penanganan ini (kasus demo), ya adek-adek engga usah takut dan kabur. Datang saja (ke Polda) berikan keterangan dan Kapolda akan bijaksana”, jelasnya.

Kapolda mengungkapkan, terkait disiapkan 30 pengacara untuk mendampingi mahasiswa dalam kasus demo ini dianggap tidak perlu. Pihaknya hanya akan mengklarifikasi bagi mahasiswa yang diduga terlibat bagaimana kejadian ricuh demonstrasi bisa ricuh.

“Kami (polisi) hanya mengklarifikasi bagaimana ini bisa terjadi, proses hukum nanti bisa kita lihat kedepannya. Saya juga sudah panggil yang tiga mahasiswa (tersangka), mereka juga sudah klarifikasi, menyesal atas perbuatannya, minta maaf kepada Kapolda dan masyarakat Sumbar”, tuturnya.

Menurut informasi, kata Kapolda Sumbar, mahasiswa banyak yang kabur ke luar daerah hingga Sumbar. Kaburnya mahasiswa ini, menandakan bahwa mahasiswa sebenarnya tidak terlibat dalam aksi kericuhan.

“Jadi mahasiswa ini lari, karena ada temannya diamankan. Ada yang kabur ke Pekanbaru, Riau, Jambi, Payakumbuh, Jakarta karena mereka merasa ada di dalam itu, terekam CCTV”, ujar Kapolda.

“Mereka takut bahkan di antaranya mereka sudah telpon-telponan. Ini artinya mereka ini bukan ada niat melakukan, buktinya dia takut. Kalau memang niatnya merusak dan menghancurkan pasti mahasiswa pasang badan, bertahan. Kalau kabur tentu pasti takut,” tambahnya.

Irjen Pol Fakhrizal mengimbau kepada mahasiswa agar datang ke Polda Sumbar dengan kesadaran masing-masing, untuk klarifikasi kenapa kejadian tersebut bisa terjadi. Hal ini bentuk sportifitas mahasiswa dan bertanggung jawab.

“Engga usah dicari-cari, ditangkap polisi dan DPO segala. Nanti yang bersangkutan (3 mahasiswa) akan kita suruh juga nyampaikan ke temannya agar bisa dipahami mahasiswa lainnya. Intinya yang jelas Kapolda bijaksana, kebijakan Kapolda mereka tetap kuliah”, jelas Kapolda.

Terkait adanya provokasi, Irjen Pol Fakhrizal memastikan penyelidikan tetap akan tetap terus dilakukan. Menurutnya, mahasiswa ini awalnya tidak berniat melakukan aksi anarkis saat demonstrasi berlangsung.

“Awalnya mereka bergerak titik kumpul di kampus baik-baik aja. Dengan polisi komunikasi bagus seperti Dirintel dan Dirreskrimum di lapangan. Tiba-tiba aja (anarkis). Aksi kedua seperti IMM kan saya terima berlakukan seperti anak sendiri. Mereka datang dengan santun”, pungkasnya.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password