Polda Kalbar Gelar FGD Bahas Solusi Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla

Tribratanews.polri.go.id – Pontianak. Kepolisian Daerah Kalimantan Barat menggelar Diskusi Kelompok Terfokus (FGD) dengan tema “Penanganan Karhutla dan Solusinya”, untuk membahas solusi penanganan keselamatan hutan dan lahan di Kalimantan Barat, yang ditangani di Ballroom Hotel Ibis, Jalan Ahmad Yani, Kota Pontianak, Selasa (08) / 10/19).

Turut menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut, Gubernur Kalbar, H. Sutarmidji, SH, M.Hum., Kapolda Kalbar Irjen. Pol. Drs. Didi Haryono, SH, MH, Kapoksahli Pangdam XII / Tpr, Kolonel Czi Gumuruh, Dirjen Pengendalian, Perencanaan dan Kerusakan Lingkungan Hidup KLHK, Drs. MR Karliansyah, MS, dan Pakar Hukum Kehutanan, DR. Sadino, SH, MH, Danlantamal XII / Pontianak, Wakapolda Kalbar, Kadisops Lanud Supadio, para Bupati / Walikota di Kalbar, pihak Perusahaan dan BEM Universitas di Pontianak.

Dalam sambutannya, Kapolda kalbar mengatakan bahwa diskusi dilakukan untuk mencari solusi yang tepat untuk meminta dan melakukan perdebatan terhadap hutan dan lahan di wilayah Kalbar yang terus berulang terjadi setiap tahun. Karhutla di Kalimantan Barat. Diantaranya, tidak mengumumkan kepada khalayak Perkiraan yang disampaikan oleh BMKG.

“Untuk itu saya harapkan agar Pemerintah Daerah dapat membuat hukuman atas perorangan yang mengeluarkan lahan untuk menara. Perusahaan memberikan hadiah kepada penjaga lahan dengan menggunakan dana CSR. Selain itu, agar Pemerintah Daerah membuat UMKM untuk petani, dan memberikan pengetahuan terkait Karhutla kepada para pelajar, “tambah Kapolda Kalbar.

Selain itu, Kapoksahli Pangdam XII / Tpr juga menyediakan selain melakukan Patroli dan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak memperbaiki lahan. Saat ini di Kalbar ada beberapa perusahaan yang sudah disegel dan ditutup oleh Polda Karena perusahaan -perusahaan tersebut semua dapat dieksekusi dan disetujui denda. Denda dari perusahaan jika ditotal pembayaran 3,6 Triliun dan saat ini baru terbayarkan Rp78 Miliar. Jika semua biaya denda terbayarkan maka dapat digunakan untuk biaya operasional selama Penanganan Bencana Karhutla di wilayah Kalbar diperlukan.

Sementara itu, Gubernur Kalbar juga memutuskan, memutuskan bencana Karhutla terjadi kembali di wilayah Kalimantan Barat, maka pihaknya tidak akan segan-segan menindak dengan cara memberikan hukuman kepada perusahaan yang melakukan penggalakan hutan dan lahan di daerah perusahaan tersebut juga ada di tempat tersebut. , maka seluruh biaya proses pemadaman di tanggung lengkap oleh perusahan tersebut.

(sm / sw / hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password