Sempat Ricuh, Polda NTB Berhasil Amankan Aksi Demo Mahasiswa di Mataram

Tribratanews.polri.go.id-Mataram.Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) berhasil mengamankan unjuk rasa mahasiswa yang menolak hasil revisi UU KPK dan RKUHP kontroversial di depan Gedung DPRD Provinsi NTB, Kamis (26/9).

Meskipun situasi sempat ricuh akibat ulah provokator. Namun dapat dikendalikan melalui  hasil negosiasi Kapolda NTB, Irjen Pol Drs. Nana Sudjana AS, M.M. bersama Mahasiswa Mataram yang mendapat respon baik dari mereka.

Sementara itu, Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. H. Purnama, S.I.K. menjelaskan mengenai kronologis pengamanan.

Sekitar  pukul 08.00 s/d 17.00 WITA, Polda NTB mengamankan aksi unjuk rasa dari 19 elemen mahasiswa di Mataram yang mengatasnamakan diri Aliansi Rakyat Menggugat di mana diperkirakan dengan massa sejumlah 2000 orang.

Setelah itu pada pukul 10.05 WITA, Ketua DPRD Provinsi NTB menemui peserta aksi namun dilempari dengan menggunakan batu dan botol minuman. Kemudian perwakilan mahasiswa sebanyak 6 orang diterima di ruang dewan oleh Ketua DPRD, Wakil Ketua DPRD NTB, Kapolda NTB, Dirreskrimum, Dirpamobvit, Wadir Reskrimsus, Kabid Humas Polda NTB dan Kapolres Mataram.

“Pada pertemuan tersebut perwakilan mahasiswa meminta kepada Ketua DPRD NTB agar massa aksi diijinkan masuk ke gedung DPRD dengan jaminan mereka dapat mengendalikan massa aksi,” jelas Kabid Humas.

Dengan pertimbangan keamanan,  Kapolda NTB mempersilahkan hanya perwakilan mahasiswa saja yang boleh memasuki area gedung DPRD NTB. Tetapi perwakilan mahasiswa tetap ngotot dan meninggalkan ruangan yang kemudian kembali melakukan orasi didepan kantor DPRD NTB.

Pada pukul 11.05 WITA, massa aksi kembali mulai melempari petugas dengan botol minuman dan batu serta berusaha masuk ke halaman DPRD dengan merusak kawat barrier dan pagar kantor DPRD. Sehingga dibubarkan paksa oleh anggota Dalmas dengan menembakkan gas air mata.

“Massa kembali orasi dan dilakukan terus negosiasi di mana mereka tetap ingin menduduki kantor DPRD  NTB, hingga beberapa saat mereka terus melakukan orasi,” terang Kabidhumas.

Saat Kapolda NTB melakukan negosiasi, akhirnya para mahasiswa mengerti dan membubarkan diri. Namun ada beberapa orang yang berhasil diamankan Tim Tindak karena diduga memprovokasi, Sampai saat ini masih diperiksa.

“Polda NTB dan jajaran tetap menjamin kemerdekaan meyampaikan pendapat di muka umum dalam bentuk unjuk rasa atau demontrasi. Namun harus dilakukan dengan cara-cara yang tidak anarkis. Terimakasih diucapkan kepada para elemen mahasiswa yang melaksanakan aksi unjuk rasa dengan santun dan mengepankan dialog,” tutup Kabidhumas.

 

(ds/sw/hy)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password