Bareskrim Polri Segel Tujuh Perusahaan yang Diduga Terlibat Karhutla di Jambi

Tribratanews.polri.go.id-Jambi. Direktorat Tindak Pidana Tertentu Badan Reserse Kriminal (Dir Tipidter Bareskrim) Polri, langsung menindak dan menyegel sejumlah perusahaan yang terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan, Rabu (25/09/19).

Direktur Tipidter Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Dr. Drs. M. Fadil Imran, M.Si. mengatakan, pihaknya telah menyegel salah satu perusahaan yang diduga lalai dalam mencegah, dan menanggulangi kebakaran di lahan, yakni PT. Mega Anugerah Sawit (MAS) di Desa Sipin Teluk Duren, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi.

“Di Jambi ini ada 7 perusahaan yang sudah kita segel. Mabes Polri akan terus optimalkan penegakan hukum terhadap pelaku karhutla, baik korporasi atau perorangan. Kita akan tindak tegas,” tegas mantan Dirreskrimsus Polda Metro Jaya tersebut, Rabu (25/9/19).

Mantan Wadirtipideksus Bareskrim Polri itu menyebut, tujuh perusahaan yang berada di Provinsi Jambi tersebut berada di Kabupaten Muarojambi, Sarolangun dan Tanjungjabung Timur.

“Penyegelan sejumlah perusahaan tersebut dikarenakan sudah memiliki IUP, namun upaya untuk memulai perkebunan tidak terlihat, sehingga terjadi lahan yang terbengkalai,” ungkap mantan Dirreskrimum Polda Kepri dan didampingi Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Jambi Kombes Pol. Thein Thabero.

Ini sebuah pelajaran bagi pemberi izin, mantan Kapolres Metro Jakbar menjelaskan, setelah mendapatkan izin perkebunan dari 2013 lalu, sampai saat ini tidak ada aktivitas sehingga lahannya terbakar.

“Saat ini polisi masih melakukan penyidikan dan juga pemeriksaan di TKP. Selain itu, petugas juga masih melakukan pemeriksaan terhadap kewajiban-kewajiban sarana dan prasarana untuk menghadapi lahan yang terbakar,” ujar Brigjen Pol. Fadil Imran

Usai melakukan pemeriksaan saksi ahli perusahaan, ahli hukum lingkungan dan pengujian laboratorium terhadap lahan bekas terbakar dan yang belum terbakar, tidak menutup kemungkinan akan ada status tersangka.

“Nantinya, akan menuju status menjadi tersangka, termasuk pemberi izin akan kita periksa. Kepada dinas perkebunan dan pihak yang terkait sejauh mana upaya untuk mencegah dan mengawasi dan melakukan audit terkait perizinannya,” imbuh Brigjen Pol. Fadil.

Diakuinya, proses penyidikan pelaku kasus karhutla akan membutuhkan waktu panjang.

“Namun percayalah, pihaknya serius dan tidak main-main terhadap pelaku perambah hutan dan lahan tersebut,” tegas Jenderal Bintang Satu tersebut.

Sementara itu, Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Jambi, Kombes Pol. Thein Thabero mengatakan, dari penghitungan sementara luas lahan PT MAS yang hangus terbakar kurang lebih seluas 972 hektare.

“Bukti di lapangan, sekitar 972 hektare lahan yang terbakar,” ungkap Kombes Pol. Thein.

Dalam proses hukum ini, kepolisian akan menjerat dengan Pasal 98 Ayat 1 atau Pasal 99 Ayat 1 tentang melakukan perbuatan yang mengakibatkan dilampauinya baku mutu udara ambien, baku mutu air, baku mutu air laut, atau kriteria baku kerusakan lingkungan hidup, dipidana dengan pidana penjara paling singkat tiga tahun dan paling lama 10 tahun penjara.

(ng/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password