Mengusung Tema Membangun Negeri dengan Kebersamaan, Polisi Gelar Dialog Interaktif “Polisi Menyapa”

Tribratanews.polri.go.id. – Jayapura. “Dialog Polisi Menyapa” dengan tema Membangun Negeri dengan Kebersamaan yang menghadirkan Narasumber Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Drs. Ahmad Musthofa Kamal, S.H., Asosiasi Pendeta Indonesia (API) Prov Papua Pdt. Jimmy Koirewoa dan Ketua NU Kota Jayapura KH. Kahar Yelipele, dilaksanakan di Studio RRI Pro1 Jayapura, Kamis (19/9).

 

“Kita semua perlu menciptakan situasi aman dan kondusif jika daerah tersebut aman kita dapat juga yang dapat merasakan aman dan kondusif dan juga aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan aman dan lancar,” jelas Kabid Humas Polda Papua.

Kabid Humas Polda Papua juga mengatakan, nilai-nilai Budaya, agama dan bangsa yang akan membentuk karakter suatu anak untuk menjadi pribadi yang baik dan produktif serta berguna bagi bangsa dan negara khususnya di tanah Papua yang tercintai Ini. Dari dialog inilah sebagai sarana kita mengajak seluruh komponen untuk bersama sama mewujudkan suatu tujuan yang kita cita-citakan bersama disamping itu juga perlu kita menciptakan situasi dan suasana yang kondusif di tanah Papua.

 

Untuk penegakkan hukum akan tetap lanjutkan, jika ada anggota keamanan yang melanggar aturan akan diberikan sanksi dan tindakan yang tegas dikarenakan hal tersebut dapat merugikan institusi dan negara.

“Untuk tetap menjaga situasi tetap aman dan kondusif kita perlu bersama-sama menjaga, tolak segala bentuk tindakan provokasi atau berita hoax yang tersebar demi terciptanya masa Papua emas dan cemerlang serta Papua yang Damai,” tutur Kabid Humas Polda Papua.

 

Pada kesempatan yang sama, Pdt. Jimmy Koirewoa menyampaikan bahwa peran tokoh agama dalam menyiapkan anak bangsa agar berkompeten yaitu memberikan kesiapan mental secara rohani dan jasmani, semua orang mempunyai latar belakang yang berbeda-beda, berasal dari suku dan budaya yang berbeda khususnya di Tanah Papua itulah yang menjadikan Papua sebagai Provinsi yang mempunyai keragaman suku dan budaya serta menjunjung tinggi sifat Bhineka Tunggal Ika.

 

Diharapkan Pemerintah Daerah juga bisa menertibkan peredaran minuman keras dikarenakan hal tersebut sangat meresahkan masyarakat terutama anak muda generasi penerus bangsa sebagian dari mereke terjerumus oleh minuman tersebut, sekarang tempat ibadah menjadi kosong tidak seperti dulu yang mana pemuda dan pemudi sangat bersemangat untuk melaksanakan ibadah di gereja dan masjid.

 

(fa/sw/hy)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password