Polda Kaltim Tetapkan 12 Orang Lagi Jadi Tersangka Baru Karhutla

Tribratanews.polri.go.id – Jakarta. Kepolisian Daerah Kalimantan Timur menetapkan 12 orang lagi menjadi tersangka terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hal ini membuat jumlah tersangka perorangan meningkat.

“Ada tambahan (tersangka) di Kalimantan Timur yaitu menangani 7 kasus dengan 12 orang tersangka perorangan,” jelas Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen. Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M., di Mabes Polri, Rabu (18/9/2019).

Kini total tersangka perorangan ada 230 orang dan lima perusahaan yang turut jadi tersangka. Berikut rincian jumlah kasus dan tersangka karhutla di tahun ini:

  1. Polda Riau: 45 kasus, 47 tersangka individu dan 1 tersangka korporasi PT Sumber Sawit Sejahtera.
  2. Polda Jambi: 10 kasus, 14 tersangka individu.
  3. Polda Sumatera Selatan: 18 kasus, 27 tersangka individu dan 1 tersangka korporasi PT Bumi Hijau Lestari.
  4. Polda Kalimantan Selatan: 4 kasus, 2 tersangka individu.
  5. Polda Kalimantan Tengah: 58 kasus, 66 tersangka individu dan 1 tersangka korporasi PT Palmindo Gemilang Kencana.
  6. Polda Kalimantan Barat: 56 kasus, 62 tersangka individu dan 2 tersangka korporasi PT Surya Argo Palma dan PT Sepanjang Inti Surya Usaha.
  7. Polda Kalimantan Timur: 7 kasus, 12 tersangka individu

Ia juga menjelaskan bahwa kendala pemadaman api ialah air dan lokasi.

“Kendalanya adalah air, juga lokasinya cukup jauh (dari pusat air) dan memang saat ini kemarau El Nino, kadar air di hutan sudah sangat langka dan kering,” jelas Jenderal Bintang Satu itu.

Apalagi di lahan gambut, tingkat kekeringan tinggi maka rawan kebakaran. Pemerintah mencoba merekayasa hujan buatan sebagai salah satu cara pemadaman. Ia juga menjelaskan bahwa titik panas paling banyak di Riau, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur.

Polri juga berdialog dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) perihal penyebab asap berkumpul di daerah Riau dan menyebar ke Malaysia.

“Karena Riau itu merupakan tempat pusaran angin. (Angin dari) Sumatera Selatan, Jambi, mau masuk ke Selat Malaka, putaran angin di Riau. Jadi asap berkumpul di Riau sehingga jadi perlambatan, penumpukan, kemudian lari ke negara tetangga,” pungkas Mantan Wakapolda Kalteng itu.

(my/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password