Atasi Karhutla, Polri Ungkap Kendala Tangani Kasus Kebakaran Hutan dan Lahan

Tribratanews.polri.go.id – Jakarta. Dalam menangani peristiwa kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di beberapa wilayah Sumatera dan Kalimantan. Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, mengatakan ada beberapa kendala dalam mengatasi peristiwa itu.

 

“Kendalanya adalah air. Lokasinya cukup jauh (dari pusat air) dan memang saat ini kemarau el nino atau kering. Kadar air hutan-hutan itu sudah sangat langka dan kering. Apalagi di (lahan) gambut, tingkat kekeringannya itu tinggi,” kata Karo Penmas Polri di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (16/9).

 

Dalam hal ini, Kepala Biro Hubungan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan dalam mengatasi karhutla, pihaknya sudah mengerahkan satuan tugas (satgas) di wilayah yang terdampak. Hal itu juga dibantu dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Pemerintah Daerah.

 

”Sebenarnya kemarin sudah mengalami penurunan. (Yang tadinya) 600 titik api lebih, ini (jadi) 350-400 titik api. Kebakarannya kecil, jumlahnya cukup banyak,” jelas Jenderal Bintang Satu.

 

Peristiwa karhutla bukanlah pertama yang terjadi di Indonesia. Sejak tahun 2015 hingga tahun ini, polisi sudah menetapkan ratusan tersangka yang terdiri dari pihak perorangan dan Korporasi.

 

Jenderal bintang satu itu mengaku, penegakan hukum merupakan ultimum paramedium, atau upaya terakhir. Yang paling diutamakan, ialah upaya pencegahan bagaimana mengubah budaya dan mindset masyarakat yang sudah terbiasa land clearing dengan cara membakar

 

“Harus diubah polanya dengan cara-cara yang ramah lingkungan. Kalau imbauan, sosialisasi, penegakan hukum itu (sudah dilakukan) setiap tahun,” tutup Mantan Waakapolda Kalteng.

 

(bb/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password