Kapolda : Kami Akan Menindak Keras dan Tegas Pelaku Karhutla di Provinsi Kalbar

Tribratanews.polri.go.id – Pontianak. Akibat banyaknya kabut asap yang terjadi di Kalimantan Barat membuat semua aparat pemerintah, TNI-Polri Polda Kalbar bersiaga. Bahkan dari personel Polri, TNI, BPBD, Manggala Agni, pemadam swasta di jajaran sampai dengan di desa, serta ribuan personel berjibaku untuk melakukan patroli untuk memadamkan api akibat kebakaran lahan dan hutan di wilayah Kalimantan Barat.

Seperti yang dijelaskan oleh, Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Irjen. Pol. Drs. Didi Haryono, S.H., M.H., menegaskan dampak asap karhutla saat ini situasinya sudah mengganggu sektor perekonomian, penerbangan, pendidikan, kesehatan dan jangan sampai flora fauna terganggu juga akibat Karhutla dan apabila tidak sesegera ditangani bersama akan berdampak lebih parah lagi. Untuk itu perlua adanya sosialisasi, dan larangan agar tidak membakar hutan dan lahan di saat musim kemarau.

“Hingga saat ini kami telah menangani 66 kasus Karhutla dan berhasil mengamankan sebanyak 60 tersangka, 15 korporasi (2 kasus dalam proses penyidikan dan 13 lainnya dalam proses penyelidikan). Semua area kebakaran sudah kita segel di Ketapang, Kubu Raya, Mempawah, Sambas dan Sintang. selain itu ada 25 kasus karhutla perorangan yang saat ini dalam tahap 1 dan tahap 2 penyidikannya,” tambah Kapolda Kalbar saat memimpin Perss Conference di Mapolda Kalbar, Senin(17/09/19).

Selain itu Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Barat Ir Florentinus Anum, M.Si, juga mengatakan sampai saat ini terlihat dari sisi hotspot di konsensi tanggal 6-9 bertambah 103 perusahaan, bertambah lagi 30 di lahan konsesi menjadi 133. Upaya pemda konsisten terhadab sanksi administrasibdan penegakkan hukum terhadap siapaun yang melakukan pembakaran. Peringatan terhadap 133 perusahaan sudah diberikan, agar perusahaan untuk menjalankan kewajiban kewajibannya membuka lahan harus sesuai SOP yang ada. 1×24 jam wajib melakukan pemadaman dan penataan. Kalau tidak dilaksanakan maka akan dilakukan verivikasi sampai tahap penyegelan lahan. Sanksi terhadap korporasi dengan pehentian aktivitas selama 3 tahun dan ketika terbukti sengaja dikakukan 5 tahun dan bila berulang maka sanksi pencabutan ijin, sanksi pidana dan sanksi perdata.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat, Lumano, juga menyebutkan kabut asap sudah lumayan parah. Jadi kami sudah mengajukan tekhnologi modifikasi cuaca. Besok pesawat cansa akan landing untuk lakukan TMC. Untuk helly semua ada 9 yang berada di Kalbar yang selalu beroperasi dalam pemadaman.

Komandan Distrik Militer (Dandim) 1207/Berdiri Sendiri, Kolonel Armed Stefie Jantje Nuhujanan S.IP, menerjukan pasukan yang tergabung dalam 1.512 personel dalam Satgas Karhutla dari semua unsur. Bersama memadamkan api yang muncul di semua wilayah dan mengajak mari hentikan membuka lahan dengan membakar.

(sm/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password