Pasca Ledakan, Polri Evaluasi Penempatan Penyimpanan BB Amunisi

Tribratanews.polri.go.id- Jakarta. Pacsa meledak Gudang amunisi mortir perang dunia ke ll dan barang bukti bahan peledak (handak), Kepolisian Negara Republik Indonesia akan melakukan evaluasi penempatan penyimpanan bahan-bahan peledak yang aman dan jauh dari lokasi pemukiman warga sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

Dalam hal ini Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen. Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M. menjelaskan bahwa ledekan di Gudang amunisi mako Brimob Semarang dipicu amunisi pascaperang dunia kedua.

“Seluruh gudang barang bukti terkait bom dari masyarakat akan di update oleh seluruh jajaran Korbrimob Polri agar lebih berhati-hati penyimpanannya,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen. Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M. mengatakan Polri akan menggandeng pemerintah untuk mencari lahan yang kosong yang jauh dari warga untuk penyimpangan barang bukti bahan peledak. Cara lain, polisi akan melakukan disposal barang bukti tersebut namun lokasinya yang jauh dari pemukiman warga.

“Mencoba berkerjasama dengan pemerintah daerah untuk lahan yang aman jauh dari pemukiman atau disposal secara bertahap agar tidak tertumpuk,” jelas Jenderal Bintang Satu tersebut.

Selain itu, Karo Penmas Polri menuturkan bahwa ada sejumlah jenis amunisi di gudang tersebut. Antara lain ada 6 mortir besar yang ukurannya sekitar 120 cm dengan diameter 60 cm. Ada 3 mortir sedang ukuran panjang 75 cm diameter 80 cm, kemudian 8 buah mortir kecil ukuran 30 cm diameter 35 cm, dan 1 buah bom ranjau ukuran panjang 55 cm dan diameter 80 cm.

(bb/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password