Polda NTB Selidiki Dugaan Korupsi Bibit Bawang Bima Tahun 2016

Tribratanews.polri.go.idMataram. Polda Nusa Tenggara Barat melakukan penyelidikan lanjutan dugaan penyimpangan pengadaan bibit bawang Bima tahun 2016. Batas waktu pengembalian temuan kerugian negara sudah habis. Kerugian negara dimaksud mengindikasikan ada yang tidak beres dalam proyek senilai total Rp40 miliar tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda NTB Kombes Pol. Syamsuddin Baharudin menegaskan bahwa kini penyidik tinggal mendalami unsur korupsi dari proses pengadaan. Setelah adanya indikasi kerugian negara.

“Kita telusuri apakah kerugian negara itu akibat dari perbuatan melawan hukum. Kita cari unsur pidana korupsinya. Kerugian negara kan sudah ada,” jelas Perwira menengah Polda NTB, Minggu, (15/09/19).

Kombes Pol. Syamsuddin Baharudin menjelaskan, sampai saat ini baik Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian RI maupun Inspektorat Kabupaten Bima belum menembuskan surat kepada penyidik. Penyidik Subdit III Tipikor menerima informasi bahwa audit Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian menemukan adanya indikasi kerugian negara senilai Rp 2,3 miliar.

“LHP-nya kan dari Kementerian Pertanian sudah diserahkan ke (Inspektorat) wilayah Bima. Itu sudah ditindaklanjuti belum temuan LHP-nya. Kalau belum, kita lanjutkan. Kalau memenuhi unsur, kita naikkan ke penyidikan,” terang Direskrimsus Polda NTB.

Sejauh ini, penyidik sudah mengklarifikasi 26 kelompok tani di 13 kecamatan Kabupaten Bima. Mereka antara lain yang menerima pembagian bibit bawang merah tahun 2016.

(ym/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password