Peningkatan Kerja Sama di Bidang Intelijen kembali dilakukan Polri dan New York Police Departement

Tribratanews.polri.go.idDenpasar. Polri dan New York Police Departement (NYPD) kembali melakukan Peningkatan kerja sama di bidang intelijen.

Polri yang diwakilkan oleh Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose memenuhi undangan dari Intelligence Bureau New York Police Departement (NYPD) terkait sharing intelligence information dan combating crimes, di Kantor The High Intensity Drug Trafficking Areas (HIDTA) NYPD, Jumat (13/9/19).

Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose mengatakan, peningkatan kerja sama ini sangat penting dilakukan untuk mengetahui perkembangan informasi di kedua negara terkait aksi kejahatan maupun situasi yang terjadi sekarang ini. “Tentu hal ini sejalan dengan program pemerintah untuk mewujudkan “SDM Unggul Indonesia Maju”,” jelasnya Minggu (15/9/19).

Tiba di HIDTA NYPD, Kapolda berkesempatan meninjau Operation Desk – Command Center. Ruangan ini diisi oleh para analis yang bekerja selama 24 jam.

Selain menerima berbagai macam data, petugas yang bekerja di Operation Desk – Command Center juga mengontrol aktivitas di Kota New York, termasuk memantau aktivitas di cyber space.

Menurut keterangan Commander of International Laisson Program, Lt John Miedreich, jumlah anggota kepolisian New York sebanyak 36 ribu personel. “Dari 36 ribu itu, ada 21.500 personel memiliki kemampuan bahasa selain bahasa Inggris dan juga memiliki pengetahuan geografis dan kultural dari masing-masing negara asalnya,” jelasnya.

Irjen Pol Petrus Reinhard Golose mengatakan, semakin berkembangnya pola komunikasi dengan menggunakan sosial media platform, maka diperlukan peningkatan kemampuan dalam penguasaan platform-platform tersebut.

Jenderal Bintang Dua tersebut juga menjelaskan bahwa ada banyak jenis platform di New York, mulai dari yang sangat terkenal hingga yang sangat sulit untuk intelijen telusuri.

Terkait dengan ancaman drone, NYPD menjelaskan tentang time line penggunaan drone, keunggulan drone, keunggulan strategi drone dan ancaman drone saat digunakan oleh pelaku kejahatan. “Di Kota New York dilarang untuk menerbangkan drone, kecuali NYPD. Itu pun digunakan untuk kegiatan kepolisian, seperti pemantauan barang berbahaya. Ini merupakan hal yang menarik dan menjadi perhatian kita karena akhir-akhir ini drone telah digunakan oleh para pelaku kejahatan untuk melakukan aksi kejahatan, seperti terorisme. Teroris menggunakan drone untuk melakukan pengeboman,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut kedua belah pihak menyatakan perlunya peningkatan kerja sama antara Polda Bali dan NYPD dalam menghadapi isu-isu transnational and organized crime, yang semakin hari semakin meningkat modus operandinya.

Para pelaku kejahatan memanfaatkan teknologi informasi sehingga mereka dapat beraksi dengan tanpa mengenal batas-batas wilayah.

(bg/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password