Polri : Penyebaran Hoaks di Papua dan Papua Barat Mulai Menurun

Tribratanews.polri.go.id – Jakarta. Mabes Polri menjelaskan penyebaran berita bohong atau hoaks menurun setelah akses Internet kembali dibuka di sejumlah daerah Papua Barat dan Papua Barat.

Walaupun demikian, Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen. Pol. Dr. Dedi Prasetyo S.I.K., M.Hum., M.Si., M.M., menjelaskan bahwa hoaks tetap ada.

“Namanya hoaks tetap ada, cuma kapasitasnya menurun,” kata jelas Jenderal Bintang Satu itu saat di Auditorium PTIK, Jakarta Selatan, Rabu, (11/9/19).

Namun, Ia belum bias menjelaskan lebih detail perihal data spesifik penurunan penyebaran hoaks tersebut. Senada dengan kepolisian, Kominfo pun juga mengeluarkan data yang menunjukan bahwa penyebaran hoaks menurun.

Menurut data tersebut, puncak hoaks terjadi pada 30 Agustus 2019, yakni mencapai 72.500. Lalu terus menurun hingga 6.060 berita hoaks pada 6 September 2019.

Pelaksana Tugas (Plt) Karo Humas Kominfo, Ferdinandus Seto pun mengimbau kepada masyarakat agar tidak menyebarkan informasi hoaks, kabar bohong, ujaran kebencian bernada SARA, hasutan dan provokasi melalui media apapun termasuk media sosial.

“Agar proses pemulihan kembali secara total seluruh wilayah Papua dan Papua Barat cepat berlangsung,” jelas Ferdinandus.

Ferdinandus berujar dari 29 kabupaten atau kota di wilayah Papua, 27 di antaranya sudah dibuka kembali blokir atas layanan data internet. Sedangkan dua wilayah, yakni Kabupaten Jayawijaya dan Kabupaten Mimika belum pulih. Adapun di Papua Barat, sudah 13 kabupaten atau kota yang internetnya telah kembali nyala. Hanya Kota Manokwari dan Kota Sorong yang layanan internetnya masih diblokir.

(my/sw/hy)

Admin Polri55931 Posts

tribratanews.polri.go.id "Portal Berita Resmi Polri : Obyektif - Dipercaya - Patisipatif"

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password