Polda Jatim Beri Toleransi Dua Minggu Ke Depan Untuk Pemanggilan Kedua Tersangka Veronica Koman

Tribratanews.polri.go.id – Surabaya.Jajaran Kepolisian daerah Jawa Timur (Polda Jatim) memberikan batas akhir untuk pemanggilan yang kedua terhadap Veronica Koman tersangka kasus penyebaran berita hoax dan provokasi insiden aksi massa di Asrama Mahasiswa Papua sampai dua minggu kedepan.

Kapolda Jatim, Irjen. Pol. Drs. Luki Hermawan, M.Si. mengatakan untuk panggilan kedua ini Polda Jatim telah mengantongi alamat di luar negeri dan akan berkirim surat melalui KBRI dan Polda Jatim juga sudah berkoordinasi dengan Hubungan Internasional (Hubinter) untuk penjemputan paksa bila pada batas akhir pemanggilan kedua tidak ada respon.

“Kita sudah temukan alamatnya dan batas waktunya sekitar tanggal 13 September. Tapi karena jauh, maka kami beri toleransi dua minggu ke depan,” jelas Kapolda Jatim, Selasa (11/09/19).

Kapolda Jatim mengatakan, pada panggilan kedua ini pihaknya menyarankan Veronica Koman untuk bisa hadir. Ia menambahkan, Veronica Koman adalah sarjana hukum dan warga negara Indonesia (WNI), yang juga pasti paham soal aturan hukum yang ada di Indonesia.

“Yang bersangkutan ini paham aturan hukum, karena sarjana hukum. Dia WNI dan paham hukum di Indonesia. Kami berharap yang bersangkutan memenuhi panggilan,” jelas Kapolda Jatim.

Irjen. Pol. Drs. Luki Hermawan, M.Si., menegaskan, jika tersangka Veronika Koman tetap tidak hadir memenuhi panggilan penyidik, pihaknya akan mengeluarkan surat penetapan Daftar Pencarian Orang (DPO).

Tahap berikutnya adalah red notice. Kalau sampai keluar red notice, tersangka Veronica Koman tidak akan bisa keluar berpergian kemana-mana lagi.

“Ada 190 negara yang saat ini sudah bekerja sama dengan kita dan red notice ini akan menghambat aktivitas yang bersangkutan sebagai pegiat HAM,” jelas Kapolda Jatim.

(fn/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password